Rakyat Pendidikan & Penghasilan Rendah Risih Dekat Gay

Rabu, 27 Mei 2015 20:30
Rakyat Pendidikan & Penghasilan Rendah Risih Dekat GayIlustrasi @huffingtonpost.co.uk

Survei yang dilakukan oleh Lingkaran Survei Indonesia (LSI) community bekerja sama dengan yayasan Deny JA, mengangkat tema 'meningkatnya rasa tak nyaman atas keberagaman'.

Terungkap, mereka yang mempunyai batas toleransi rendah terhadap perbedaan dengan orang lain, termasuk beda agama dan orientasi seksual mayoritas berasal dari kalangan berpendidikan rendah.

Masyarakat yang berpendidikan di bawah SMA, merasa tidak nyaman dengan tetangga yang berbeda keyakinan. Sebanyak 68,7 persen merasa risih dengan tetangga beda agama, 61,2 persen dengan orang syiah, 63,1 persen dengan orang Ahmadiyah, dan 65,1 dengan orang homoseks.

"Temuan survei ini, menyimpulkan bahwa semakin meningkat sikap toleransi terhadap keberadaan orang lain yang berbeda identitas sosialnya," kata Direktur yayasan Denny JA, Novriantono Kahar.

Sementara dengan variabel besaran penghasilan, mereka yang berpenghasilan rendah (di bawah Rp 2 juta) sebesar 57,8 persen yang merasa tidak nyaman bertetangga dengan orang syiah, 61,2 persen dengan orang Ahmadiyah, dan 59,1 persen dengan tetangga gay.

Metode yang pengumpulan survei menggunakan sampling. Jumlah responden awal 1.200 orang, dengan wawancara secara langsung. Adapun margin error kurang lebih 2,99 persen. Demikian dilansir dari Merdeka.

(Nay)
Komentar