NASA: Suara 'Sangkakala' Adalah Nyanyian Bumi

Selasa, 26 Mei 2015 16:30
NASA: Suara 'Sangkakala' Adalah Nyanyian BumiIlustrasi @TheHeavensDeclareHisGloryMinistries.com
Menanggapi fenomena suara misterius dari langit yang telah terjadi sejak tahun 2011 atau bahkan dianggap sebagai penanda kiamat yang akhir-akhir ini banyak meresahkan warga dunia, Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengaku punya jawaban terkait fenomena tersebut.

NASA mengatakan jika suara yang muncul dari langit itu berada dalam frekuensi infrasonik. Yang mana pada kondisi normal, frekuensi tersebut tidak mampu di dengar oleh indera manusia.

Menurut mereka, asal dari suara misterius tersebut adalah dari gesekan lempeng bumi maupun medan magnetik di atmosfer, termasuk ketika muncul aurora di dekat kutub. Sebenarnya, suara tersebut terjadi setiap saat.

Dilansir WND.com, Selasa (26/5) pernyataan pers NASA mengatakan, "Seandainya manusia punya antena, alih-alih kuping, maka mereka bisa mendengar gelombang radio bumi itu."

David Deming, Geolog dari Universitas Oklahoma, AS mengatakan jika suara tersebut adalah nyata. Meski ia belum bisa menjelaskan dengan detail, ia mengatakan jika warga di seluruh dunia setiap saat telah mendengar suara infrasonik tersebut.

Ia mengatakan, "Kira-kira 2 hingga 10 persen penduduk bumi mendengar nyanyian bumi ini."

Bumi bernyanyi ini dikatakan telah dicatat sejak lama oleh ilmuwan. Dalam catatan tersebut juga disebutkan jika suara langit sering terdengar, itu adalah indikasi bahwa inti bumi tengah bergerak secara aktif. Potensi kegiatan vulkanik maupun tektonik juga semakin besar.

"Walau kita berusaha mencari jawaban logis (suara-suara itu), gagasan bahwa ini tanda akhir zaman bermunculan di kepala saya. Bagaimana bila suara ini termasuk nubuat tersebut," ucap Aaron Taylor yang menjadi salah satu orang yang berhasil merekam kejadian tersebut pada tahun 2012 silam di kawasan Montana.

Seperti sebelumnya diketahui, video yang pertama kali muncul di YouTube terkait suara misterius adalah dari Belarusia yang telah diunggah sejak tahun 2011 silam.
(mks)
Komentar