Rusia Kembangkan Jet Tempur Tercanggih, T-50

Selasa, 26 Mei 2015 11:15
Rusia Kembangkan Jet Tempur Tercanggih, T-50Jet tempur T-50 @wikipedia.org
Belakangan Rusia melakukan ujicoba jet tempur tercanggih, yakni T-50. Pesawat tersebut sejatinya memiliki nama asli Sukhoi PAK FA, namun banyak orang lebih suka menyebutnya T-50, seperti yang dikatakan Vladimir Mikheev, penasehat untuk wakil ketua Radioelectronic Technologies (KRET).

Pada kokpit T-50, penerbang bukan hanya satu pilot, namun hanya satu konstituen dari perangkat terbang. Dikutip Russia Today, Makheev mengatakan, "Artinya, reaksi penerbang adalah bagian dari kontrol loop."

Selain itu, inovasi lain dari pesawat tersebut adalah panel pintar. Seperti pada sayap yang tidak hanya memiliki satu fungsi sebagai sayap, namun juga sebagai bagian dari sistem pertahanan aktif Himalaya.

KRET menghasilkan sistem Himalaya pada Oktober tahun lalu. Sistem Himalaya ini terdiri dari radar aktif dan pasif serta juga sebagai pengukur jarak optik yang terintegrasi ke tubuh pesawat dan bentindak sebagai bodi canggih yang berguna meningkatkan perlindungan pesawat terhadap jamming dan survival, melakukan counter, serta mampu menghilang dari radar pesawat lain.

Oleh sebab itu, kecanggihan teknologi yang ada pada pesawat ini dianggap yang paling maju mengalahkan pesawat buatan Loockhed, generasi kelima F22 Raptor.

Dilansir kantor berita Sputnik, Makheev mengatakan, "T-50 kini berada di depan. Tidak hanya di antara semua pesawat Rusia, tapi juga pesawat asing."

"Visibilitas F-22 adalah 0,3 sampai 0-4 meter persegi. T-50 antara 0,1 dan 1 meter persegi," tambahnya.

Kemampuan siluman tingkat tinggi bisa dicapai dengan memindahkan semua persenjataan di dalam jet tempur, serta melakukan redesain bentuk saluran intake udara yang dilapisi bahan penyerap gelombang radio.

T-50 akan menjadi pesawat Rusia pertama yang dibuat dari proporsi tinggi material komposit, membentuk 25 persen massa pesawat dan menutupi 70 persen permukaan, demikian dikatakan oleh KRET.

Pesawat tercanggih ini rencananya akan menggantikan peran pesawat tempur Sukhoi Su-27 dan MiG 29 generasi keempat yang keduanya telah mengudara sejak tahun 1985 dan 1983.

Saat ini Rusia tengah menggarap lima pesawat T-50 dan tiga lainnya dibuat di fasilitas Sukhoi di Komsomolks-amur, Timur jauh Rusia. Mulai tahun 2016 hingga 2020 nanti, Angkatan Udara Rusia akan memiliki 55 unit T-50, seperti yang dikatakan Vladislav Goncharenko,
wakil direktur Departemen Pesawat Tempur Rusia
wakil direktur Departemen Pesawat Tempur Rusia
wakil direktur Departemen Pesawat Tempur Rusia.
(mks)
Komentar