Soal Beras Plastik, Menteri Perdagangan Salahkan Penjual

Selasa, 26 Mei 2015 09:45
Soal Beras Plastik, Menteri Perdagangan Salahkan PenjualMenteri Gobel melakukan sidak beras di pasaran @tempo.co

Menteri Perdagangan Rachmat Gobel menilai kasus beredarnya beras plastik di lapangan tak lepas dari tanggung jawab para pedagang. Terutama terkait kegiatan pengawasan.

"Kita harus mengontrol produk dan barang di pasar. Dalam hal ini para pedagang harus bertanggung jawab terhadap barang-barang yang dijualnya. Jadi, dia (penjual) harus tahu dari mana asal produk yang dia jual," kata Mendag Rachmat Gobel seperti dikutip Antara dari Filipina, Minggu (24/5).

Menteri Gobel menambahkan, "Pedagang dan pengelola pasar bertanggung jawab atas produk yang dijual di pasar itu kepada pelanggan." Pernyataan itu dia sampaikan saat melakukan pertemuan bilateral dan pertemuan hari kedua dengan Menteri Perdagangan (Ministers Responsible for Trade Meeting) APEC 2015.

Isu peredaran beras plastik asal Tiongkok, memang sepekan ini membuat masyarakat Indonesia resah. Untuk itu, ujar Gobel, pemerintah akan mengatur semua merek dagang produk-produk impor yang masuk ke pasar dalam negeri.

"Jadi, kita harus menyikapi masalah ini dengan bijak. Manajemen pasar tradisional harus diatur kembali agar bila terjadi suatu masalah, kita bisa cari siapa produsen barang tersebut," ujar dia.

Hadir bersama Gobel, Wakil Menteri Perdagangan Tiongkok Wang Shouwen, juga berjanji pihaknya akan bekerjasama dengan Indonesia untuk mengungkap kasus beras sintetis itu.

Wang menjelaskan, pemerintah Tiongkok saat ini hanya memberikan izin kepada satu pengusaha BUMN untuk melakukan ekspor beras. Untuk itu, pelacakan terkait asal beras plastik di negerinya tidak menjadi hal sulit.

Pihak Tiongkok berjanji akan menyampaikan hasil penelusuran mereka kepada Pemerintah Indonesia secepatnya agar masalah ini tidak semakin berlarut-larut.

(Nay)
Komentar