Aneh, Bahan Campuran Beras Plastik Ternyata Lebih Mahal

Sabtu, 23 Mei 2015 11:00
Aneh, Bahan Campuran Beras Plastik Ternyata Lebih MahalBeras plastik gunakan bahan campuran lebih mahal @detik.com

Direktorat Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen Kementerian Perdagangan Widodo berharap uji laboratorium yang menguji sampel beras plastik bisa selesai dalam waktu tiga hari.

"Saya mau cepat selesai, mudah-mudahan tiga hari selesai," kata dia di kantornya, Jumat (22/5), dilansir dari Tempo.

Widodo membenarkan jika saat ini ada empat institusi yang melakukan uji laboratorium atas beras plastik yang ditemukan di Bekasi.

Keempat lembaga itu adalah Sucofindo, Badan Reserse Kriminal Kepolisian, Badan Pengawas Obat dan Makanan serta Kementerian Perdagangan. Adapun hasil pengujian Sucofindo telah diserahkan ke kepolisian.

Menteri Perdagangan Rachmat Gobel memerintahkan seluruh Kepala Dinas Perdagangan melakukan sidak kemungkinan masih adanya beras plastik di pasaran.

"Kejadian ini merupakan momentum untuk menata ulang perdagangan bahan pokok dan barang lainnya, termasuk melakukan pendaftaran peredaran setiap merek beras," kata Gobel.

Sementara itu, pakar kimia Universitas Indonesia, Asmuwahyu, mempertanyakan motif pembuat beras plastik. Sebabnya, bahan baku dan ongkosnya lebih mahal. "Harga plastik olahan seperti itu paling murah Rp 12 ribu per kilogram, sedangkan beras harganya Rp 7.500," ujarnya.

Dugaan adanya kesengajaan pembuatan beras plastik itu diungkapkan oleh Bustanul Arifin. Namun, dia ragu pelaku bisa digolongkan bioterorisme. Pasalnya, urai dia, penyebaran dan korban beras plastik masih belum jelas. Namun yang pasti, fenomena ini telah mencoreng citra bangsa dalam kaitan isu keamanan pangan.

(Nay)
Komentar