Seks Usia Muda Bisa Picu Kanker Serviks

Sabtu, 23 Mei 2015 07:00
Seks Usia Muda Bisa Picu Kanker ServiksIlustrasi @cnnindonesia.com
Bagi orang yang sudah menikah dan berusia dewasa, melakukan hubungan seks adalah kegiatan yang bermanfaat dan menyehatkan. Namun tidak bagi pasangan yang belum menikah dengan usia yang realatif masih muda.

Bahaya seks di usia terlalu muda membuat pemerintah memberikan peraturan agar tidak menikah di bawah usia 17 tahun. Bahkan para ahli juga menyarankan jika melakukan hubungan seks yang baik dilakukan pada usia 17 ke atas atau lebih efektif saat usia 20 tahun dan lebih baik jika sudah menikah.

Seks pada usia terlalu muda bahkan bisa berhubungan langsung dengan kanker serviks. Kanker serviks adalah kanker yang paling ditakuti kaum wanita hingga sekarang. Kanker ini akan lebih berpotensi terjadi pada wanita yang melakukan hubungan seks usia muda.

Tumbuhnya sel kanker bisa terangsang akibat hubungan seks pada wanita dengan usia di bawah 17 tahun. Hal itu rawan terjadi karena pada fase usia 12 hingga 17 tahun, perubahan sel dalam mulut rahim sedang dalam fase yang sangat aktif.

Sangat tidak disarankan rahim melakukan kontak atau mendapat rangsangan apapun dari luar, termasuk masuknya benda asing ke dalam rahim ketika sel membelah secara aktif (metaplasi).

Benda asing tersebut juga bisa diartikan sebagai alat kelamin laki-laki dan sperma. Keduanya bisa mengakibatkan perkembangan sel menjadi tidak semestinya dan akan menyerang alat kandungan perempuan. Mulai dari mulut rahim, dan akhirnya berisiko menyebar ke vagina hingga keluar.

Sel yang tidak normal itu akan bisa menyebar ke organ lain di dalam tubuh seperti ginjal, paru-paru, hati, atau bahkan otak. Kanker serviks atau kanker rahim ini akan mengakibatkan kematian jika memang telah mencapai stadium lanjut dan menyebar ke berbagai anggota tubuh.

Luka akan lebih mudah terjadi pada gadis muda jika melakukan seks karena memang organ reproduksi mereka belum berkembang sempurna. Ketika luka itulah nantinya human papilloma virus (HPV) yang merupakan penyebab kanker serviks lebih mudah masuk dan menginfeksi jaringan organ intim wanita hingga tumbuh menjadi kanker.

Ada sekitar 100 jenis strain virus HPV, dan yang paling ganas adalah tipe 16 dan 18. Selain itu HPV sendiri lebih mudah berkembang pada jaringan tubuh yang masih muda.

Kanker serviks biasanya ditandai dengan keputihan yang berulang-ulang serta bau, atau mengalami pendarahan saat tidak sedang haid. Mulut rahim wanita yang terkena kanker serviks tidak lagi terlihat licin, melainkan seperti bunga kol. Kondisi itu mengakibatkan mulut rahim sangat rentan mengalami pendarahan dan menimbulkan bau tak sedap.

Sangat penting bagi wanita untuk melakukan skrining agar jika terdeteksi kanker serviks bisa ditindak lanjuti lebih awal hingga tak berisiko fatal.

Selain skrining, pencegahan yang paling efektif adalah dengan pap smear. Cara ini memang diketahui bisa mendeteksi pertumbuhan sel yang akan berubah menjadi kanker.

Semakin awal kanker diketahui, maka akan semakin rendah risiko yang diterima.
(mks)
Komentar