Dewi Penemu Beras Plastik Curhat Minta Maaf, Kenapa?

Jum'at, 22 Mei 2015 15:45
Dewi Penemu Beras Plastik Curhat Minta Maaf, Kenapa?Dewi Septiani minta maaf sebab membuat masyarakat resah @suara.com

Dewi Septiani, warga Bekasi yang pertama kali menemukan peredaran beras plastik di pasaran curhat di Facebook dan meminta maaf kepada masyarakat Indonesia karena telah membuat resah.

Wanita yang saban hari berjualan bubur dan nasi uduk di Mutiara Gading, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat ini sebelumnya memposting foto nasi olahan beras plastik yang baru dia beli.

Curhatan Dewi kala itu langsung menyebar dan menjadi isu nasional. Polisi, pemerintah daerah, pemerintah pusat segera mengerahkan dinas terkait untuk melakukan sidak ke lapangan.

"Untuk teman2.. rekan2 semuanya maupun saudaraku tercinta atas nama pribadi,,, saya minta maaf sebesar2nya.. tidak ada niat sedikit pun meresahkan seluruh Rakyat Indonesia ini hanyalah pengalaman yg saya sampaikan via medsos" tulis ibu dari tiga anak di Facebook, Jumat (22/5).

Dia memahami apa yang dirasakan masyarakat, termasuk pihak tertentu yang tidak senang atas informasi beras plastik yang dia bagikan.

"Setiap tanggapan itu kan, gak ada yg semuanya yg positif.. pasti ada yg negatif juga bagi saya pribadi ini adalah UJIAN dr Allah swt kita semua rugi.. dan saya pribadi pun rugi krn beredarnya beras sintetis tsb," tulisnya.

Selain itu, Dewi awalnya mengaku ketakutan saat diperiksa polisi. Dia takut dijadikan pihak yang harus bertanggung jawab. Namun, dia lega sebab Lembaga Bantuan Hukum mendampinginya.

"Dari kemarin, sy hanya diam.. diam.. dan diam sejak di BAP kan oleh polisi.. sy takut.. alhamdulillah sampai saat ini sudah ada teman2 tim dari LBH Jakarta dan media yg mensupport sy pribadi sy butuh dukungan dari rekan2sy juga butuh ketenangan psikologis krn sy jg manusia yg tidak luput dari kesalahan saya mohon maaf atas segalan2nya.. sy mhn diampuni dr dosa2 yg tidak sengaja diperbuat.. ataupun statement yg dianggap trll berlebihan ini adalah ujian ujian yg sngt berat saya mohon maaf segala-galanya," tulis Dewi.

Sementara itu, dari hasil uji laboratorium yang dilakukan Sucofindo, beras yang ditemukan Dewi positif mengandung bahan baku pembuatan pipa paralon.

(BACA: Beras Plastik di Bekasi Gunakan Bahan Pipa Paralon)

(Nay)
Komentar