Guru Hamil di Tiongkok Wajib Aborsi Jika Pindah Kerja

Jum'at, 22 Mei 2015 15:15
Guru Hamil di Tiongkok Wajib Aborsi Jika Pindah KerjaGuru hamil di Tiongkok wajib aborsi jika punya anak lebih dari satu @chinatoday.com

Seorang guru di Tiongkok terpaksa menggugurkan kandungannya sebab negaranya masih memberlakukan aturan satu anak dalam keluarga. Wanita bernama Qin Ying ini sudah mempunyai anak dari pernikahannya dengan sang suami Meng Shaoping.

Ketatnya pembatasan jumlah anak di sana membuat Ying tidak bisa berbuat banyak. Jika dia tidak melakukan aborsi pada akhir bulan ini, Ying akan kehilangan pekerjaan dan diusir dari porvinsinya saat ini.

"Usia kandungannya lima bulan, dan jika tidak menggugurkannya akhir bulan ini, dia akan kehilangan pekerjaannya," tulis surat kabar lokal, seperti dilansir dari emirates247, Rabu (20/5).

Hingga kini pihak otoritas masih menyelidiki kemungkinan Ying bisa melahirkan.

"Pihak berwenang tengah menyelidiki apa penyebab Qin dapat pindah dari Anhui awal tahun ini agar mendapat izin untuk melahirkan," ujar petugas imigrasi yang tidak disebutkan namanya tersebut.

Provinsi Anhui, tempat Ying tinggal kini sudah menganut sistem boleh mempunyai anak lebih dari satu. Sementara Provinsi Guizhou masih membatasi jumlah penduduk dengan melarang anak lebih dari satu dengan alasan apapun.

Peraturan itu diterapkan Pemerintah Tiongkok untuk meredam ledakan penduduk sehingga pembatasan jumlah anak selain KB menjadi jalan keluarnya.

(Nay)
Komentar