Presiden Jokowi Tunjuk 9 Wanita Jadi Pansel KPK, Problem?

Kamis, 21 Mei 2015 16:45
Presiden Jokowi Tunjuk 9 Wanita Jadi Pansel KPK, Problem?Dukungan elemen masyarakat untuk menyelamatkan KPK @tempo.co

Presiden Joko Widodo telah mengumumkan sembilan nama panitia seleksi Komisi Pemberantasan Korupsi. Yang menarik, sembilan nama itu semuanya adalah wanita.

Terkait keputusan Presiden yang menunjuk pansel KPK dari kalangan wanita, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno merasa agak aneh mendengar pertanyaan seputar gender.

"Memang kalau cowok semua enggak akan bertanya? Ini cewek semua baru ditanya," ujarnya, Kamis (21/5).

Parktikno menjelaskan, pemilihan nama-nama pansel itu tidak sembarangan sebab berdasarkan kompetensi, integritas dan keberagaman keahlian. Selain itu, nama-nama yang masuk juga melalui proses seleksi yang panjang.

"Beliau (Presiden Jokowi) memilih dari calon-calon yang dipilih dari banyak pihak. Daftarnya dari 40-an dan yang bisa dilakukan dari daftar-daftar itu, beliau membaca profilnya. Setelah prosesnya panjang, dua minggu terakhir akhirnya memutuskan nama-nama itu," ucapnya.

Bisa ditebak, beragam reaksi pun bermunculan di masyarakat. Ada yang mendukung, ada pula yang menyayangkan keputusan Presiden dengan beragam alasan.

"Bukan satu jempol, ini dua jempol untuk Presiden Jokowi. Presiden Jokowi telah mengubah mainstream, dahulu Pansel diisi lelaki, kini semua perempuan. Bagus...bagus saya mendukung," kata ahli hukum tata negara Margarito Kamis.

Menurut Margarito, nama-nama tersebut menjadi jaminan KPK ke depan bisa lebih baik. "Ini semua pemikir dan ahli-ahli di dalamnya. Tuti (Prof. Dr. Harkristuti Haskrisnowo, SH, LLM) dan Yenti (Dr. Yenti Garnasih, SH, MH) dan lain-lain juga begitu memiliki latar belakang yang bagus. Ini formasi yang tepat sekali," kata dia.

"Jadi nggak butuh lelaki emang mau nyangkul gunung. Mereka pemikir yang hebat. Bukan kaya Pansel KPK yang dahulu, lelaki semua, ahli hukum semua memang mau buat 'dokter hukum' disertasi hukum," papar pria yang namanya pernah disebut-sebut sebagai calon anggota Pansel KPK ini.

Sementara itu, pendapat lain berasal dari mantan penasihat KPK Abdullah Hehamahua. Menurutnya, penunjukan pansel wanita itu sebagai tanda kiamat sudah dekat.

"Inna lillahi wa inna ilayhi raji'un, kiamat sudah makin dekat," kata Abdullah.

Sebagai Muslim, ujarnya, dia memegang amanat dari Nabi Muhammad. "Maaf, saya seorang muslim dan selalu berusaha menjadi muslim. Saya yakin akan pernyataan Nabi Muhammad yang pernah mengatakan 'Barang siapa yang menyerahkan urusan pemerintahan kepada perempuan, maka tunggulah kehancuran'," ungkapnya.

Terlepas dari reaksi di masyarakat soal pansel KPK ini, diharapkan 9 nama yang dipercaya Presiden Jokowi mampu menunjukan jika gender tidak menjadi pengaruh dalam menentukan KPK ke arah yang lebih baik.

Berikut 9 nama anggota panitia seleksi pimpinan KPK yang ditunjuk Presiden Jokowi:

1. Destry Damayanti ahli ekonomi keuangan dan moneter, ketua merangkap anggota

2. Eni Nurbaningsih pakar hukum tata negara ketua badan pembinaan hukum nasional, wakil ketua

3. Harkristuti Harkrisnowo Pakar Hukum Pidana dan HAM, Ketua Badan Pengembangan Manusia Kemenkum HAM

4. Betty Alisyahbana Ahli IT dan Managemen

5. Yenty Garnasih pakar hukum pidana ekonomi dan pencucian uang

6. Supra Wimbarti ahli psikologi SDM dan pendidikan

7. Natalia Subagyo, ahli tata negara pemerintahan

8. Dyani Sadya Wati ahli di Bapenas

9. Meutia Ganie Rochman ahli sosiolog korupsi dan modal sosial.

(Nay)
Komentar