Aneh, Gaji Pejabat DPR Rp 60 Juta Kok Bisa Nyewa PSK AA?

Rabu, 13 Mei 2015 12:45
Aneh, Gaji Pejabat DPR Rp 60 Juta Kok Bisa Nyewa PSK AA?Mucikari RA ditangkap atas prostitusi artis @viva.co.id

Mucikari RA mengungkapkan fakta mengejutkan terkait mayoritas pelanggan dari koleksi ratusan PSK yang dia koleksi. Menurut RA, para pelanggan PSK AA berasal dari kalangan pejabat dan pengusaha.

"Iya anggota DPR, ya beberapa kalangan lainnya," kata tersangka RA di Mapolres Jakarta Selatan, Senin (11/5), dilansir dari Merdeka.

Sayangnya, RA tidak menyebutkan nama-nama para pejabat DPR yang kerap menggunakan jasanya untuk menyewa para PSK kelas atas. Namun, yang jelas semua pelanggan AA adalah kalangan berduit, pasalnya, tarif AA berkisar antara Rp 80-200 juta untuk sekali kencan jangka pendek selama 3 jam. Angka itu belum termasuk tetek-bengek lainya, seperti akomodasi, dan bonus lain-lain.

Terkait keterlibatan anggota DPR dalam prostitusi artis, tentu mencengangkan publik sebab sebagai wakil rakyat, mereka terikat peraturan Kode Etik yang melarang perbuatan tecela.

Tak hanya itu, fakta tersebut semakin menguatkan dugaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soal gratifikasi seks.

"Gratifikasi seks ini, tidak bisa dipungkiri, mulai masif," kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto sebelum nonaktif di kantornya, Jakarta, 21 Juni 2013 silam.

Dugaan tersebut muncul karena tarif PSK artis di atas Rp 80 juta, sementara gaji anggota DPR hanya berkisar Rp 58-60 juta sebulan. Dengan kata lain, ada selisih sekitar Rp 20 juta dengan tarif PSK artis paling murah. Terlebih, gaji sebulan itu masih kurang untuk menyewa PSK artis dalam durasi 3 jam saja.

(Nay)
Komentar