Nasi Sisa Kemarin Lebih Sehat Dibanding Nasi Baru Dimasak

Jum'at, 10 April 2015 16:45
Nasi Sisa Kemarin Lebih Sehat Dibanding Nasi Baru DimasakNasi putih @kokiku.tv
Tidak membuang nasi sisa kemarin, menghangatkan, kemudian memakan kembali pada keesokan harinya ternyata bukan hanya dapat menghemat pengeluaran, tapi juga memiliki manfaat lain dalam kesehatan.

Ternyata banyak manfaat positif yang terkandung pada zat-zat kimia pada makanan yang telah lama disimpan. Misalnya nasi sisa memiliki 60 kalori yang lebih sedikit dibanding dengan nasi yang baru dimasak. Namun nasi sisa itu sebelumnya melalui proses memasak dengan baik dan benar.

Misalnya seperti yang dianjurkan saat memasak pada umumnya yaitu menambahkan sedikit minyak kelapa setelah air mendidih sebelum terisi beras. Kemudian setelah dingin, nasi dimasukkan ke dalam kulkas selama 12 jam.

Nasi yang baru dimasak jika dimakan maka pati akan dijadikan gula atau glukosa dalam tubuh, hingga nantinya glukosa ini tidak dibakar dan hanya menjadi lemak. Tapi ketika didiamkan semalaman, pati akan diubah menjadi pati resisten yang tidak dapat dicerna tubuh, hingga membuat jumlah kalori sama seperti awal, tidak bertambah.

Minyak kelapa juga menjadikan nasi tidak lengket, serta juga mampu menghasilkan pati resisten.

Namun Martin Goldberg, ahli mikrobiologi tidak menyarankan untuk memanaskan kembali nasi itu, ia mengatakan, "Bakteri Bacillus cereus yang ditemukan dalam nasi bisa bertahan selama proses pemasakan. Ketika nasi sudah dingin, spora akan memperbanyak diri dan memproduksi neurotoksin yang bisa membuat sakit."

Selain nasi, sup tulang juga sangat bermanfaat bagi kesehatan kulit. Terutama karena kandungan Kolagen yang dipecah menjadi gelatin.

Sebelum dikonsumsi, sup tulang sebaiknya juga didiamkan terlebih dahulu sama dengan nasi. Tubuh akan lebih mudah menyerap mineral pada sup tulang yang telah didiamkan tadi.

Sebelumnya panaskan sup dalam suhu yang tidak terlalu panas satu kali saja untuk membunuh bakteri.

Selain nasi dan sup tulang, kentang adalah makanan yang memiliki nilai gizi tinggi jika dikonsumsi setelah matang. Zat pati pada kentang akan lebih banyak jika didiamkan terlebih dahulu. Zat pati diketahui dapat membantu mencegah kanker kolon, bahkan juga bisa mengurangi cadangan lemak.

Sementara makanan selanjutnya adalah pasta. Ternyata memanaskan kembali pasta bisa membuat gula darah tidak terlalu tinggi, artinya penderita diabetes cukup aman mengonsumsi pasta yang sudah didiamkan.

Sam Christie, peneliti makanan mengatakan, "Pasta yang baru dimasak adalah karbohidrat yang akan dipecah menjadi gula di usus. Ini akan meningkatkan kadar gula darah, menyebabkan lonjakan kadar insulin. Fluktuasi seperti ini lama kelamaan akan memicu diabetes melitus."

Mendinginkan dan menghangatkan kembali pasta ternyata juga membuat enzim normal di usus lebih resisten, ia mengatakan, "Pati resisten ini memiliki indeks glikemik yang rendah, sehingga tidak cepat menaikkan kadar gula darah."
(MKS)
Komentar