MUI Keluarkan Fatwa Kaum Homoseksual Dihukum Mati

Rabu, 18 Maret 2015 13:45
MUI Keluarkan Fatwa Kaum Homoseksual Dihukum MatiIlustrasi @dailymail.co.uk

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa tentang hukuman cambuk hingga hukuman mati bagi kaum homoseksual, 3 Maret 2015 lalu.

Ketua Komisi Fatwa MUI Hasanuddin A.F fatwa itu dikeluarkan sebab penyimpangan seksual meningkat dan telah menjangkau ke area sekolah.

"Penyimpangan seksual seperti gay, lesbian, sodomi, dan pelecehan seksual adalah haram, kejahatan keji dan dosa besar, dan dapat dihukum dengan hukuman mati," kata Hasanuddin seperti dikutip dari Harian Terbit.

Hasanuddin menilai penyimpangan seksual bisa menyakiti moral nasional. Oleh karena itu, dia meminta pemerintah mendirikan pusat rehabilitasi guna mengembalikan kaum LGBTI (lesbian, gay, bisexual, transgender, and intersex) ke 'jalur yang benar'.

Sementara itu, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak dan Sekretaris Komisi Fatwa, Asrorun Ni'am telah membuat usulan serupa sejak awal tahun ini.

Asrorun mengatakan jika sodomi lebih buruk daripada perzinahan dan seks di luar nikah, dan dihukum dengan hukuman yang lebih keras dalam hukum Islam.

Hukum pidana Indonesia tidak melarang homoseksual, namun, ada dua pemerintah daerah yang memberlakukan peraturan terhadap pelaku homoseksual.

Pemda Aceh pada September tahun lalu menghukum seorang pria gay dengan seratus cambukan rotan dan 100 bulan penjara. Adapun Kota Palembang di Sumatera Selatan menyatakan aktivitas gay termasuk prostitusi dan dikenai hukuman penjara maksimal 6 bulan dan denda Rp 5 juta.

(Nay)
Komentar