Teror 'Kakek Sarung' Pencabut Nyawa Hantui Warga Medan

Senin, 16 Maret 2015 13:00
Teror 'Kakek Sarung' Pencabut Nyawa Hantui Warga MedanIlustrasi: kakek sarung @kaskus.co.id

Sepekan ini masyarakat Medan diteror dengan peristiwa menyeramkan. Warga setempat menyebutnya dengan fenomena Kakek Sarung. Santer dikabarkan jika Kakek Sarung bisa mencabut nyawa.

Kabar ini menyeruak dari serangkaian pesan berantai yang menyebar via Broadcast di BBM. Disebutkan jika korban dari teror kakek misterius itu sudah banyak. Berikut ini bunyi pesannya:

"Korban sudah banyak. Di antaranya keluarga pembantu Dosen Akuntansi USU dan mahasiswa USU. Ada seorang kakek yang lagi cari tumbal ilmu hitam. Ciri-cirinya: sudah tua dan membawa sarung yang sebenarnya adalah kain kafan. Jika kita memegang sarung tersebut, roh kita akan tersedot oleh kakek tersebut. "

"Kakek itu datang setiap jam 3 pagi (dinihari), 4 sore dan setelah Maghrib. Biasanya dia mendatangi rumah-rumah sambil menjajakan sarung yang dipegangnya. Sudah ada korban di Jalan Mistar, Diski, Tandem dan Sunggal. Waspadalah, jangan sekali-kali membukakan pintu untuk kakek itu. Karena dia bisa mengambil nyawa kita untuk menyempurnakan ilmu hitamnya."

Berita ini lantas menjadi pembicaraan hangat di media sosial seperti Kaskus. Salah satu akun GinGanGon menceritakan pengalaman pribadinya:

"Disitu keyakinan ane pecah sebenarnya itu hoax atau tidak. tapi tadi habis maghrib ane bbm bayu lagi, dia bilang gini, ternyata memang benar, mamak adik dan mamang aku yang dirumah tadi malam bertemu kakek itu, tapi mereka gak mau beli sarung yang ditawarkan dan memohon sikakek segera pergi, sikakek pergi dengan sopan."

"Sayangnya bayu tidak sempat bertemu dengan kakek sarung, tapi dia bilang gak mungkin mamak aku berbohong untuk hal yang seperti ini, lagian mamakku tidak pernah berbohong denganku. sekarang katanya ada yang melihat kakek sarung ada dijalan mencirim medan, sejujurnya ane takut gan, jalan itu dekat kos ane," tulis akun GinGanGon di postingannya.

Hingga berita ini dimuat, desas-desus itu belum bisa dipertanggungjawabkan sebab tidak memiliki bukti valid. Demikian dilansir dari berbagai sumber.

(Nay)
Komentar