Blunder Lagi, 'Tsunami Manusia' Menteri Tedjo Disorot Media Internasional

Kamis, 12 Maret 2015 10:30
Blunder Lagi, 'Tsunami Manusia' Menteri Tedjo Disorot Media InternasionalMenteri Tedjo Edhy Purdijatno @harianterbit.com

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno lagi-lagi melakukan blunder dengan membuat pernyataan yang memperkeruh suasana jelang eksekusi mati duo Bali Nine.

Menteri Tedjo yang diundang Universitas Gadjah Mada Yogyakarta yang disiarkan televisi Rabu (11/3) kemarin menyerang Australia karena terlalu ikut campur penegakan hukum di Indonesia, terkait dua gembong narkoba terpidana mati asal Australia.

Tedjo mengatakan bahwa Canberra tidak bisa menekan Pemerintah Indonesia agar mengampuni Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Dia menyebutkan, jika mau, Pemerintah Indonesia siap membalas sikap Australia dengan melonggarkan pergerakan imigran gelap yang mencari suaka ke Australia.

"Yang kini ada di Indonesia saja ada lebih 10 ribu (imigran gelap). Jika mereka dilepas dan dibiarkan menuju Australia, dipastikan akan seperti tsunami manusia," kata Tedjo.

Pernyataan Tedjo inilah yang kemudian menjadi polemik dan diributkan oleh warga Australia. Bahkan, sejumlah media internasional seperti Rusia hingga AS turut memberitakan pernyataan yang gegabah itu.

Netizen Australia yang merasa terusik dengan pernyataan Tedjo mengeluarkan kecaman balik, "Dengan ancaman seperti itu dia ingin kita menghormati hukum Indonesia? Mimpi," kata Winston Ryder asal Gold Coast.

Sementara itu, terkait pernyataan Tedjo, PM Tony Abbott enggan menanggapinya. "Saya tidak ingin bertengkar dengan siapapun," ujarnya seperti dilansir the Australian.

Isu manusia perahu yang berusaha mencari suaka di Australia sangat sensitif bagi Indonesia dan Australia. Bahkan, isu tersebut selalu mencuat dan menjadi komoditi politik menjelang pemilihan umum di Negeri Kanguru.

(Nay)
Komentar