Ilmuwan Gunakan Balon untuk Berburu Alien

Rabu, 11 Maret 2015 17:45
Ilmuwan Gunakan Balon untuk Berburu AlienIlustrasi @fhannum.wordpress.com
Balon mirip dengan yang digunakan project Loon Google diyakini dapat menemukan alienbeserta tempat tinggalnya. Untuk memungkinkan hal tersebut balon harus terbang setinggi mungkin.

Balon yang digunakan ilmuwan ini tidak seperti project Loon Google yang menyelimuti Bumi dengan internet. Untuk mengukur lokasi yang tepat untuk menempatkan balon, digunakan perangkat bernama Planetary Atmospheres Minor Scpecies Sensor (PAMSS), dan diperlukan waktu lebih dari satu jam pada ketinggian 32.000 km dari permukaan Bumi.

Peneliti NASA dan University of Central Florida mengembangkan sensor yang dimaksudkan guna mengirim sinyal pendeteksi planet. Sensor tersebut dapat mendeteksi gas yang menjadi bagian dari hampir semua planet asing.

Fisikawan dari University of Central Florida, Prof. Robert Peale, seperti dikutip dari Daily Mail, Rabu (11/3), mengatakan, "Bahkan level rendah dari gas metan dalam sebuah planet pun bisa mengindikasikan adanya kehidupan dan materi organik di planet tersebut. Sensor kami memiliki potensi mendeteksi gas spesifik, meski dalam konsentrasi rendah. Seperti planet Mars yang memiliki konsentrasi gas rendah."


Sensor tersebut telah diluncurkan, memanfaatkan laser inframerah seukuran butiran beras, dalam ketinggian yang cukup besar.

Sensor tersebut akan terbang bersama balon dari Tucson, Arizona.

Perangkat tersebut memiliki ukuran sebesar pemanggang roti, dengan menggunakan teknik 'intracavity laser absoption spectrometry' yaitu teknik untuk mendeteksi sejumlah kecil gas yang terdapat di planet lain.

Kebanyakan perangkat yang diterbangkan ke atmosfer, selama ini tidak dilengkapi dengan pengukur konsentrasi gas atau pendeteksi gas.

Perangkat PAMSS ini juga diharapkan NASA dapat mendeteksi gas metan, seperti yang ada pada Mars, bulan Jupiter yang bernama Europa, serta bulan Saturnus yang bernama Enceladus.

Perangkat PAMSS ini akan di ujicobakan dalam waktu dekat guna menunjukkan bahwa PAMSS dapat beroperasi dalam cuaca dingin yang extrim atau udara bertekanan rendah luar angkasa. Seperti yang terjadi di Stratosfer, suhu akan menjadi hanya minus 59 derajat celcius.

Peneliti dari University of Sheffield dan Buckingham University mengaku telah mendapatkan sampel organisme mikroskopis yang hidup 16 mil di atas stratosfer. Mereka menangkap organisme ini menggunakan balon dari ketinggian. Sebelumnya, 314 jenis bakteri yang hidup di atmosfer juga ditemukan oleh NASA.
(MKS)
Komentar