Soal Hukuman Mati, Putra Sulung Jokowi Ngamuk ke Media Australia

Rabu, 11 Maret 2015 09:30
Soal Hukuman Mati, Putra Sulung Jokowi Ngamuk ke Media AustraliaGibran Rakabuming Raka @kaskus.co.id

Putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka (27) membantah tudingan sejumlah media Australia yang menyebut dirinya meminta sang ayah mengampuni terpidana mati kasus narkoba duo Bali Nine, Australia Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.

Media seperti Independent Australia menulis, teman-teman Gibran di Australia mengatakan agar ayahnya membatalkan hukuman mati pada duo gembong narkoba itu.

Media itu juga membuat berita ngawur dengan menyebut Gibran sebagai lulusan University of Technology, Sydney.

Independent Australia juga menuliskan jika Gibran sering berselisih pendapat dengan ayahnya soal pelaksanaan hukuman mati.

Terkait kebenaran berita tersebut, media Australia lainnya, News Corp Australia, menelusuri dengan langsung mendatangi perusahaan katering yang dikelola oleh Gibran di Solo, Jawa Tengah.

Saat ditemui, Gibran menjelaskan dia tidak pernah kuliah di Sydney. Gibran membanting pintu dan memarahi koresponden News Corp yang sebelumnya mengirimkan email buat menanyakan soal ini.

"Saya bilang langsung kepada Anda. Saya dukung hukuman mati. Dan saya kuliah di Singapura, bukan Australia. Berita itu salah," kata Gibran.

(Nay)
Komentar