Twitter Cara Baru Berhenti Merokok

Senin, 09 Maret 2015 15:15
Twitter Cara Baru Berhenti MerokokTwitter @sotau.com
Berhenti dari kebiasaan merokok merupakan hal yang sulit dilakukan, bahkan tidak sedikit dari orang yang sudah berhenti merokok kembali melakukan aktivitas yang kurang sehat tersebut.

Para peneliti dari Stanford University dan University of California-Irvine melakukan penelitian dengan nama 'Tweet2Quit', menjelaskan bahwa orang yang sering men-tweet akan lebih mudah dalam menghilangkan kebiasaan buruk tersebut.

Dalam penelitian ini, selama 100 hari para peneliti membuat kelompok dengan 20 anggota yang saling berkomunikasi di Twitter.

Alat pencegah rokok nicotine patch, pesan teks harian, dan panduan berbasis web juga diberikan pada peserta. Selain hal tersebut, peserta diharuskan men-tweet minimal sekali sehari mengenai upaya mereka dalam menghentikan kebiasaan merokok tersebut.

Dikutup dari laman Mirror, Senin (9/3), rata-rata dalam 100 hari pertama peserta mengirim 72 tweet.

Pada kelompok pertama tingkat pencapaian berhenti merokok mencapai 42%. Selama 60 hari kedepan 42% di antaranya masih mengatakan bahwa mereka masih tidak merokok.

Selanjutnya para peneliti mengirim sebuah pesan mobile dan mengetahui bahwa kelompok lainnya telah berhasil memiliki tingkat keberhasilan yang lebih tinggi, yakni mencapai 75%.

Cornelia Pechmann, Salah satu peneliti yang mengatakan, "lingkungan di Twitter menciptakan semacam kelompok yang dinamis. Itu sangat penting bagi perokok sosial. Selain itu, pemimpin kelompok secara alami akan muncul, memfasilitasi percakapan online. Para pemimpin tersebut bahkan memainkan peran penting dalam memantau kelompoknya."

Penemuan ini pun telah dipublikasikan dalam Journal of Medical Internet Research di Amerika Serikat.
(MKS)
Komentar