Snowden: Indonesia Disadap Australia dan Selandia Baru

Jum'at, 06 Maret 2015 15:30
Snowden: Indonesia Disadap Australia dan Selandia BaruEdward Snowden @theguardian.com

Sejumlah dokumen milik Edward Snowden menyebutkan jika Australia dan Selandia Baru menyadap jaringan telepon genggam terbesar di Indonesia dan juga negara-negara kepulauan kecil di Kepulauan Pasifik. Snowden merupakan mantan kontraktor badan intelijen Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan dokumen tersebut yang bocor pada Kamis (5/3) kemarin, terungkap bahwa agen mata-mata Australia, yakni Australian Signals Directorate (ASD), bekerja sama dengan agensi Selandia Baru, Government Communications Security Bureau (GCSB), meretas akses jaringan telekomunikasi di kawasan Indonesia dan negara Pasifik Selatan.

Dokumen itu menyebutkan jika ASD dan GCSB secara intensif memantau negara-negara pulau kecil, seperti Fiji, Papua Nugini, Guinea, Kepulauan Solomon, Nauru, Samoa, Vanuatu, Kiribati, New Caledonia, Tonga dan French Polynesia.

Dalam aksinya, Australia dan Selandia baru menggunakan komunikasi satelit dan kabel bawah laut. Mereka lalu saling berbagi hasil sadapan yang diperoleh dari sambungan telepon, surat elektronik, pesan media sosial dan metadata lainnya.

Terkait hal ini, Pemerintah Australia melalui Perdana Menteri Tony Abbott bersikukuh jika negaranya tidak akan menggunakan cara-cara intelijen untuk merugikan negara lain.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu belum berkomentar terkait bocornya dokumen Snowden yang menyebut Indonesia dimata-matai Australia dan Selandia Baru.

Ryamizard menjelaskan jika sampai saat ini Kepala BIN Marchiano Norman belum mengabarkan hal itu kepada dirinya. Demikian dilansir dari MetroTvNews.

(Nay)
Komentar