3 Band Dunia Surati Jokowi Minta Membatalkan Eksekusi Mati

Kamis, 05 Maret 2015 16:30
3 Band Dunia Surati Jokowi Minta Membatalkan Eksekusi MatiPresiden Joko Widodo @tempo.co

Presiden Jokowi mendapatkan sejumlah tekanan menjelang pelaksanaan eksekusi mati duo terpidana mati kasus narkoba, Bali Nine, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.

Tidak hanya dari Australia dan negara-negara lainnya, sejumlah pesohor dari band kelas dunia juga mengirimkan surat agar Jokowi membatalkan hukuman mati tersebut.

Salah satunya Gitaris Black Sabbath Tony Iommy menulis surat kepada Jokowi untuk memberikan ampunan kepada duo Bali Nine. Selain Tony, musisi lainnya, pentolan Napalm Death Mark "Barney" Greenway dan vokalis band Australia Temper Trap juga melakukan hal serupa.

"Sebagai penggemar band Napalm Death, seharusnya Anda menghargai lirik kami dan tantangan ideologi dari mata rantai kekerasan di dunia yang tidak terputus ini, baik yang dilakukan oleh negara atau individu. Jika hal itu tidak berubah, saya percaya kita tidak akan maju sebagai manusia," tulis Barney pada Januari lalu.

Vokalis Temper Trap Dougy Mandagi yang masih keturunan Indonesia juga menuliskan permintaannya lewat akun Facebooknya.

"Menjadi warga Australia dengan latar belakang Indonesia, saya benar-benar malu dengan kegigihan Presiden Indonesia terhadap hukuman mati dengan tujuan memenangkan popularitas," tulis Dougy pada Rabu (4/3).

"Tolong Tuan Presiden, kami memohon kepada Anda. Sekalinya ini dilakukan, tidak akan bisa kembali. Jangan biarkan ini menjadi warisan Anda," sambung Dougy.

Para musisi dunia ini mengetahui jika Jokowi adalah penggemar musik metal. Oleh karena itu, mereka berharap suaranya didengar oleh Jokowi yang merupakan fans setianya. Demikian dilansir dari MetroTvNews.

(Nay)
Komentar