Video Permukaan Matahari Retak

Kamis, 05 Maret 2015 10:45
Video Permukaan Matahari RetakRetakan pada permukaan Matahari @Republika.co.id
Dalam rangka merayakan 5 tahun The Solar Dynamics Observatory atau badan Observatorium Matahari NASA (SDO) mengudara di luar angkasa, NASA merilis 2 video yang menunjukkan bahwa permukaan Matahari terlihat retak.

Tampak retak di beberapa permukaan Matahari diperkirakan itu sepanjang 533 ribu mil atau sekitar 857.780,352km.

Dikutip dari Metro.co.uk, Jumat (13/2) menurut juru bicara NASA, 'retakan' hitam itu bukan retakan sungguhkan dan benar-benar tidak abadi.

Dijelaskan Badan Luar Angkasa Amerika tersebut, 'retakan' itu bernama 'Filamen Matahari' yang kerap kali muncul beberapa waktu. Filamen itu bergerak meletus ke luar angkasa sebagai 'coronal mass ejection' serta kadang kembali ke permukaan Matahari seperti hujan.

Fenomena itu tak berlangsung lama, penampakan 'retakan' tersebut akan hilang dalam beberapa hari kemudian.

'Retakan' tersebut adalah area material yang lebih dingin dan melayang-layang di atas permukaan Matahari. Sementara material yang panas ditandai dengan penampakan merah di sekelilingnya.

Juru bicara NASA tersebut juga berkata "SDO menangkap gambar filamen dalam berbagai panjang gelombang, yang masing-masing membantu menunjukkan temperatur berbeda dari material Matahari."

Akibat dari mengapa fenomena itu terjadi pun belum diketahui. menggunakan roket 'ULA Atlas V' dari Stasiun Cape Canaveral, Florida yang diluncurkan pada 11 Februari 2010 itu, ilmuwan mulai menyelidiki proses 'retakan' atau struktur itu bisa terjadi dan apa penyebabnya.

"Ilmuwan juga tengah mendalami bagaimana ciri bagian dalam, medan magnet, panas korona, dan seberapa padat radiasi yang menciptakan ionosfer atau atmosfer yang terionisasi oleh radiasi Matahari, serta dampaknya bagi Bumi."

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memperkirakan panas Matahari dalam rangka melindungi astronot, pesawat dan satelit yang bekerja dan menetap di luar angkasa.
(MKS)
Komentar