Partai Seks Australia Boikot Pariwisata Bali

Rabu, 04 Maret 2015 14:00
Partai Seks Australia Boikot Pariwisata BaliPemimpin Partai Seks Australia Fiona Patten @bbc.com

Pemimpin Partai Seks Australia Fiona Patten menyerukan kepada warga Negeri Kanguru untuk tidak lagi mengunjungi pulau Bali. Aksi itu menurutnya sebagai penolakan terhadap eksekusi duo terpidana mati dalam kasus narkoba Bali Nine, Myuran Sukumaran dan Andrew Chan.

Seruan itu dikampanyekan dengan tagar #Boycott Bali.

Menurut Patten yang juga anggota parlemen, gerakan memboikot pariwisata Bali dimaksudkan agar Pemerintah Indonesia sadar dan membatalkan eksekusi mati tersebut.

"Kami menyerukan semua warga negara Australia yang mungkin berencana untuk berlibur atau berkunjung ke Pulau Bali atau daerah mana pun di Indonesia, untuk memilih tujuan tropis lainnya," kata Patten, dilansir dari Sydney Morning Herald (SMH), Selasa (3/3).

Patten menambahkan, warga biasa perlu tahu jika mereka bisa melakukan sesuatu untuk mengubah situasi.

"Jika beberapa fasilitas turis mulai mengalamai pembatalan dalam beberapa hari ke depan, maka mereka akan menyadari kampanye ini dapat meraih momentum dan stigma permanen yang melekat dengan Indonesia sebagai daerah tujuan wisata," kata Patten.

Tidak hanya di domain domestik, Patten juga akan meminta dukungan dari berbagai partai politik untuk menyerukan memboikot Bali hingga ke dunia internasional.

"Saya ingin melihat semua negara, termasuk Amerika Serikat dan Tiongkok, untuk mempertimbangkan ulang kebijakan hukuman mati. Tetapi, saat ini saya terfokus ke Indonesia dengan harapan bisa menyelamatkan dua nyawa pemuda Australia," imbuhnya.

Patten menegaskan jika kebiasaan seseorang menghabiskan dana bisa memberikan pengaruh besar di politik dunia. "Indonesia perlu dibawa masuk ke abad 21 dan salah satu paradigma era tersebut yakni kebiasaan berbelanda dan kekuatan media sosial bisa mengubah pemerintah," ujarnya.

Parpol Seks didirikan di Australia pada tahun 2009 lalu. Partai itu dibentuk sebagai penyeimbang semakin mendominasinya partai dengan pengaruh agama di dunia politik.

(Nay)
Komentar