Soal Fenomena Begal, Mendikbud Salahkan Video Game

Senin, 02 Maret 2015 15:15
Soal Fenomena Begal, Mendikbud Salahkan Video GameMendikbud Anies Baswedan @kompas.com

Menteri Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan turut menyoroti fenomena kasus begal yang semakin meresahkan masyarakat. Apalagi sebagian besar pelaku begal masih berusia di bawah umur.

"Ada berbagai kemungkinan faktor penyebab kecenderungan kekerasan oleh anak yang perlu diteliti besar pengaruhnya. Kita perlu melihat secara utuh faktor-faktor yang ada di sekolah, keluarga dan masyarakat," kata Anies saat Seminar Pendidikan Karakter, di Bandung, Sabtu (28/2), dilansir dari Detik.

Dalam hal ini, Anies menyalahkan sinetron dan video game yang biasa ditonton oleh anak belum cukup umur. Tayangan tidak mendidik yang disaksikan tanpa didampingi orang dewasa itu bisa mengaburkan pandangan anak terhadap dunia maya dan nyata.

"Ada banyak riset tentang video game, ada yang mengaitkan video game dengan kecenderungan tindakan kekerasan, ada pula yang menyatakan tidak ada keterkaitan signifikan," jelas Anies.

"Riset-riset ini tidak benar-benar konklusif dan sering bersifat kondisional. Artinya, video game yang berbeda dapat memberikan dampak positif atau negatif berbeda pada anak yang berbeda dan tergantung pula pada porsi cara penggunaan dan pendampingan yang diterima," lanjutnya.

Mendikbud menambahkan, anak-anak pada umumnya belum memahami secara utuh batasan-batasan benar-salah, boleh-tidak boleh, menyakiti-tidak. Terutama jika dikaitkan dengan dirinya terhadap orang lain dalam jangka waktu jauh ke depan.

"Kemdikbud akan mendorong dan mendukung sebagai simpul gerakan. Kemdikbud telah mengadakan berbagai diskusi berkait dengan sasaran prioritas untuk menanggulangi masalah kekerasan dan akan terus memfasilitasi diskusi serta perencanaan program di bidang ini dalam beberapa waktu ke depan," tutur Anies.

(Nay)
Komentar