Warga Korsel Boleh Selingkuh, Penjualan Kondom Laris Manis

Senin, 02 Maret 2015 12:00
Warga Korsel Boleh Selingkuh, Penjualan Kondom Laris ManisIlustrasi: kondom @cnn.com

Kebijakan Mahkamah Agung di Korea Selatan menghapus pasal perselingkuhan berdampak pada penjualan kondom yang semakin meroket. Saham salah satu produsen kondom di negara Ginseng itu pun naik drastis.

Dari laporan CNN, Jumat (27/2), saham Unidus Corp naik 15% setelah MA memutuskan menggugurkan pasal yang melarang perzinahan.

Keputusan MA itu didasari dengan pandangan jika perselingkuhan adalah ranah hak pribadi.

Undang-undang larangan selingkuh itu dibuat pada tahun 1953. Diatur dalam UU tersebut, pelaku perselingkuhan bisa dijerat kurungan penjara jika diadukan oleh pasangan resminya.

Menurut kantor Kejaksaan Agung, sejak 1986 telah ada 53 ribu warganya yang dituding berselingkuh. Dari jumlah tersebut, 35 diantaranya sudah dipenjara.

"Bahkan jika perselingkuhan harus dihukum sebagai tindakan yang tidak bermoral, negara tetap tidak boleh ikut campur karena itu merupakan masalah pribadi seseorang," kata Ketua Hakim Park Han-Chul.

Namun pada 2008 Mahkamah Konstitusi Korea juga menggugurkan permohonan untuk mencabut aturan ini. Alasannya demi menjaga keharmonisan sosial.

(Nay)
Komentar