Jokowi Hentikan Kirim TKI, Giliran Arab Saudi Gigit Jari

Jum'at, 20 Februari 2015 17:00
Jokowi Hentikan Kirim TKI, Giliran Arab Saudi Gigit JariTKI di Arab Saudi @kompas.com

Kebijakan Presiden Jokowi menghentikan pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) kembali memakan korban. Kali ini Arab Saudi kelimpungan sebab kekurangan 2.000 tenaga kerja sektor publik.

Arab Saudi sendiri masih memberlakukan moratorium pengiriman TKI sejak 1 Agustus 2011 lalu. Namun, praktik pengiriman TKI banyak dilakukan sejumlah perusahaan secara diam-diam, seperti dilansir Arab News, Jumat (20/2).

Beberapa PJTKI sempat optimis moratorium bakal dicabut di era Jokowi kini justru gigit jari dan nekat menggelar kerja sama dengan penyalur di sana. "TKI itu akan dikirim sebagai pembantu rumah tangga. Sedangkan untuk klien perusahaan, mereka akan bekerja sebagai tukang sapu dengan gaji yang telah disepakati," tulis laporan itu.

Perusahaan di Arab Saudi menerima dampak paling keras atas penghentian pengiriman TKI. Ada sekitar 600 perusahaan outsourcing pembantu dan buruh lepas yang pusing sebab kontraknya terancam batal. Apalagi, mereka sudah menerima uang muka 20 persen dari nilai kontrak.

"Salah satu perusahaan sudah kadung meneken kontrak memasok petugas kebersihan selama empat hari per bulan dengan gaji sebesar 750 riyal," kata seorang sumber.

Sebelumnya, pekan lalu Presiden Jokowi memerintahkan penghentian pengiriman Pembantu Rumah Tangga (PRT) wanita ke luar negeri. Instruksi itu disampaikan ke Kementerian Tenaga Kerja, sementara peta jalannya akan dirumuskan selepas evaluasi hingga 8 bulan ke depan.

"(Menyetop pengiriman TKI perempuan) adalah masalah martabat Bangsa Indonesia," kata presiden Jokowi.

Selain Arab Saudi, sejumlah perusahaan di Malaysia juga terguncang kekurangan tenaga kerja. Kini mereka mengalihkan merekrut tenaga kerja luar negeri asal Filipina, Thailand dan Vietnam.

(Nay)
Komentar