Pejabat Korup di Tiongkok Rajin Beli Pakaian Dalam Mewah

Rabu, 18 Februari 2015 16:00
Pejabat Korup di Tiongkok Rajin Beli Pakaian Dalam MewahIlustrasi: pakaian dalam mewah @theguardian.com

Penjualan pakaian dalam di Tiongkok ahir-akhir ini mengalami peningkatan. Berbanding terbalik dengan pakaian mewah yang justru menurun, kini bra seharga Rp 4 juta pun laris manis diserbu pembeli.

Produsen pakaian dalam mewah asal Italia, Perla sebelumnya mati-matian menjual produknya seharga Rp 25 juta. Namun kini kondisi mereka semakin membaik seiring meningkatnya permintaan. Perla yang memiliki 14 toko cabang di Tiongkok, Hong Kong dan Taiwan kebanjiran permintaan. Pembukuan tahun lalu mencatat laba naik hingga 42 persen.

Tidak hanya pakaian dalam wanita, bulan lalu Perla membuka cabang baru khusus menjual pakaian dalam pria dengan harga berkisar Rp 2,5 juta.

Pun demikian dengan produsen pakaian dalam mewah asal Inggris, Agent Provocateur. Mereka mengaku penjualan 4 butik mereka di Tiongkok mengalami peningkatan hingga 25 persen.

Hal itu diungkapkan penjaga toko perempuan Agent Provocateur. Menurutnya, produk paling laris berupa bra putih tembus pandang seharga Rp 3 juta.

Salah satu pembeli bernama Zu Yujiang, 30 tahun asal Kota Tianjin, mengatakan, kini membeli pakaian dalam mewah di Tiongkok terlihat mencolok.

"Saya tidak mau borong baju terlalu banyak," kata Zhou yang bekerja di perusahaan farmasi. "Tapi saya tidak keberatan menghabiskan lebih dari Rp 2 juta untuk sebuah bra."

Warga Tiongkok, termasuk pejabatnya, kini menghindari memborong pakaian mewah menyusul adanya kampanye dari pemerintah yang gencar memberantas korupsi. Mereka yang terlihat mengenakan setelan pakaian mewah dan bermerek patut diduga seorang koruptor. Demikian dilansir dari Merdeka, Rabu (18/2).

(Nay)
Komentar