Meme Jenderal Moeldoko Rangkap Ketua KPK Jadi Fenomena

Rabu, 18 Februari 2015 15:00
Meme Jenderal Moeldoko Rangkap Ketua KPK Jadi FenomenaMeme dukungan Jenderal Moeldoko pimpin KPK @kaskus.co.id

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seolah semakin digerogoti setelah Abraham Samad ditetapkan sebagai tersangka pemalsuan dokumen. Sebelumnya, polisi terlebih dulu mentetapkan Bambang Widjojanto sebagai tersangka dalam kasus dugaan mengarahkan saksi memberi keterangan palsu.

Situasi ini semakin dikhawatirkan masyarakat, sebab apabila terbukti bersalah, pimpinan KPK wajib mundur.

Nah, menyikapi kisruh tersebut dan juga kekosongan tubuh KPK yang dinilai berbahaya, netizen beramai-ramai membuat meme yang berisi dukungan agar Panglima TNI Jenderal Moeldoko merangkap jabatan memimpin KPK.

Meme itu memiliki tulisan, "Dukung Panglima TNI merangkap Ketua KPK".

Meski secara undang-undang hal itu tidak memungkinkan, namun netizen mengaku antusias apabila sosok tegas Moeldoko mengambil alih KPK demi kepentingan negara.

"Kalau Ketua KPK dari TNI, lihat saja apa masih bisa macem-macem yang sebelah," tulis seorang netizen.

"Hahaha... ada-ada saja. Beda lah hukum pidana dengan hukum militer," komentar netizen yang lain.

Tanggapan Jenderal Moeldokoterkait meme dirinya jadi Ketua KPK.

Menanggapi usulan masyarakat yang ingin dirinya memimpin KPK, Jenderal Moeldoko mengatakan, sebagai Panglima TNI, pihaknya tidak akan ikut campur terlalu banyak dalam urusan hukum dan politik yang tensinya semakin memanas seperti saat ini.

"TNI tidak mau melibatkan diri, dalam hal yang itu masih tidak dalam domain dan tugas pokok TNI. Kalau masih dalam konteks hukum dan politik, biarlah prosesnya berjalan," kata Moeldoko di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (18/2).

"Tapi kalau sudah mengganggu stabilitas, kita akan lihat medium intensitasnya, apakah TNI harus turun," katanya menambahkan.

Saat ditanya dalam situasi apa nantinya TNI harus turun tangan, Moeldoko mengatakan ada sejumlah referensi yang bisa dijadikan rujukan terkait hal tersebut.

Namun, diakuinya jika TNI ikut memantau kondisi dan suhu politik nasional saat ini. Hal itu penting, sebab dengan demikian pihaknya bisa menganalisa kemungkinan yang timbul di kemudian hari.

"Kita punya ukuran dan indikator, apakah kondisinya di tensi hijau, kuning, atau kapan TNI akan melakukan tindakan-tindakan yang diperlukan," pungkasnya. Demikian dilansir dari Merdeka.

(Nay)
Komentar