Jokowi Ancam Stop Kirim TKI, Perusahaan Malaysia Terguncang

Selasa, 17 Februari 2015 09:30
Jokowi Ancam Stop Kirim TKI, Perusahaan Malaysia TerguncangTenaga Kerja Indonesia di Malaysia @tempo.co

Ancaman Presiden Jokowi yang ingin menghentikan pengiriman Pembantu Rumah Tangga (PRT) wanita ke luar negeri mendapat respon dari Asosiasi Agen Pembantu Asing Malaysia. Mereka mengatakan siap menanggung resiko terburuk dari kebijakan tersebut.

Instruksi itu telah disampaikan ke Kementerian Tenaga Kerja. Adapun peta jalannya akan dirumuskan menunggu hasil evaluasi hingga 8 bulan ke depan.

Akibat kebijakan itu, sektor pekerja rumah tangga di Malaysia akan terguncang hebat. Mengingat 60 persen pekerjanya berasal dari Indonesia.

"Jika Indonesia serius tidak mengirimkan pekerja ke luar negeri, terutama pekerja perempuan yang bekerja sebagai PRT, maka tentu saja kita harus menerimanya," kata Presiden Asosiasi Agen Pembantu Asing Malaysia Jeffrey Foo, dilansir Channel News Asia, Selasa (17/2).

Foo lantas menyarankan perusahaan maupun pelanggan rumah tangga yang membutuhkan pembantu agar beralih merekrut tenaga asing dari Bangladesh, Nepal, Myanmar, atau Kamboja. Kalaupun masih ingin menggunakan tenaga asing dari Indonesia, kemungkinan besar ada kenaikan gaji bulanan.

Foo mengingatkan bahwa gaji PRT asal Indonesia dan Filipina trennya akan terus meningkat. "Kita terus mencari cara lain untuk melengkapi kekurangan PRT di Malaysia. Ada kemungkinan PRT Kamboja akan datang kembali ke Malaysia lagi. Jadi kita memiliki alternatif yang baik."

Sebelumnya, Presiden Jokowi selepas kunjungannya ke Malaysia pekan lalu mengaku malu saat bertemu Perdana Menteri Najib Razak. Saat itu Jokowi mendapat informasi jika hanya ada 4.000 WNI yang bekerja sebagai PRT di Malaysia melalui jalur resmi.

(Nay)
Komentar