Tolak Eksekusi Mati, Warga Australia Serukan #BoycottBali

Senin, 16 Februari 2015 17:15
Tolak Eksekusi Mati, Warga Australia Serukan #BoycottBaliWarga Australi menolak proses eksekusi mati Bali Nine @theage.com.au

Warga Australia merespon keras rencana eksekusi gembong narkoba 'Bali Nine'. Mereka lalu menumpahkan kemarahan dan menyuarakan penolakan melalui Twitter.

Dalam aksinya, mereka mendukung langkah Pemerintah Australia memboikot pariwisata Indonesia dengan menggunakan hastag #BoycottBali.

"@jokowi_do2 jika kamu tetap membunuh warga kami, kami akan #boycottbali," tulis salah satu akun pengguna Twitter, @BenQuilty.

Sementara itu, sebelumnya Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop mewacanakan boikot pariwisata Indonesia jika hukuman mati itu tetap dilakukan. "Saya pikir warga Australia akan melakukan aksi tak setuju terhadap aksi pemerintah Indonesia tersebut, termasuk membuat keputusan untuk tidak berlibur di Indonesia."

Aksi penolakan juga dilakukan oleh wisatawan David Franciosa asal Melbourne, Australia dengan membatalkan kunjungannya ke Bali. "Bagaimana bisa saya mengunjungi negara yang akan membunuh dua warga kami (Australia)?" ujar Franciosa seperti dilansir dari theage.com.au, Senin (16/2).

Seperti diberitakan, Pemerintah Indonesia bersikukuh akan segera mengeksekusi terpidana narkoba Andrew Chan (31) dan Myuran Sukumaran (33) atas kepemilikan heroin 8,3 kilogram di Bali. Kasus itu dikenal sebagai 'Bali Nine'.

Keduanya dipastikan akan dieksekusi di di Nusakambangan. Meski demikian, sampai saat ini belum ada kepastian terkait tanggal berapa mereka akan dieksekusi.

(Nay)
Komentar