Gaji Pegawai Pajak Naik 2,5 Kali Lipat!

Jum'at, 13 Februari 2015 13:15
Gaji Pegawai Pajak Naik 2,5 Kali Lipat!Ilustrasi @kompas.com

Seluruh pegawai Direktorat Jenderal Pajak yang berjumlah sekitar 32.000 orang akan menerima kenaikan gaji tahun ini. Alokasi yang dianggarkan mencapai Rp 4,2 triliun.

Nantinya, rata-rata gaji pegawai pajak akan meningkat hingga 2,5 kali lipat. Remunerasi ini adalah kali kedua setelah tahun 2007.

Kepastian remunerasi itu dihasilkan dalam rapat kerja antara Direktorat Jenderal Pajak dan Komisi XI DPR, Kamis (12/2) dini hari. Rapat itu dihadiri Ketua Komisi XI DPR Fadel Muhammad, Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro dan Direktur Jenderal Pajak Sigit Priadi Pramudito yang baru dilantik pada Jumat pekan lalu.

"Kami menyetujui usulan Menkeu soal perlunya remunerasi pegawai pajak karena mereka ini sudah lama sekali tidak ada kenaikan gaji. Saya usul untuk memberikan tunjangan kinerja. Barang siapa bisa mencapai target tertentu, diberikan insentif," kata Fadel.

Terkait skema remunerasi tersebut, ujar Fadel, Komisi XI DPR menyerahkan kepada Kementerian Keuangan. Namun dirinya mengusulkan pemberian insentif bagi pegawai pajak yang mencapai target.

Sementara itu, Sigit mengatakan, remunerasi itu sudah sejak lama dinantikan pegawai pajak seluruh nusantara sebab terakhir kali sudah 7 tahun lalu. Selain itu, target penerimaan pajak setiap tahun terus meninggkat, sehingga kenaikan gaji diharapkan bisa menjadi tambahan motivasi mencapai target pajak.

Rencananya, remunerasi akan diterima pegawai pajak per 1 April 2019. Dengan demikian, akan dilakukan penyesuaian untuk Januari hingga Maret akan dirapel pada April.

Sigit optimis dengan dukungan pemerintah dan DPR. Dirinya yakin, target pajak tahun 2015 akan tercapai. Seluruh kepala kantor wilayah pajak di Indonesia telah bersatu dalam komitmen tersebut.

Dalam kesempatan itu, Sigit mengapresiasi dukungan konkret Presiden Joko Widodo. Menurut Sigit, Presiden berkomitmen penuh mendukung langkah-langkah Direktorat Jenderal Pajak menghimpun pajak, termasuk penegakan hukum dan anggaran. Pasalnya, selama ini hal itu tidak terjadi.

"Selama bekerja di pajak, baru kali ini kami semua termasuk eselon II bisa berbicara dengan presiden secara langsung. Beliau mengatakan akan mendukung penuh," kata Sigit. Demikian dilansir dari Tribunnews.

(Nay)
Komentar