Rekening Bank Penunggak Pajak Terancam Diblokir

Jum'at, 13 Februari 2015 12:30
Rekening Bank Penunggak Pajak Terancam DiblokirBaliho sadar pajak @kompas.com

Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) punya kiat khusus untuk meningkatkan kesadaran wajib pajak. Yakni dengan memblokir rekening bank milik pengemplang pajak.

Sanksi tersebut sebenarnya sudah tertuang di Ketentuan Umum Perpajakan (KUP). Namun selama ini tidak optimal pelaksanaannya.

"Itu adalah salah satu cara. Kalau itu mentok maka kita lanjutan dengan gijzeling," ungkap Dirjen Pajak Sigit Priadi Pramudito di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis (12/2), dilansir dari Detik.

Sigit menjelaskan, pemblokiran itu dilakukan agar pengemplang pajak tidak bisa menarik dana dari rekeningnya. Hal itu berlaku untuk semua rekening yang dimiliki. Blokir dicabut jika pembayaran pajak telah terpenuhi.

"Bank blokir, dibuka kalau isinya diambil untuk ngisi utang pajak. Baru nanti dibuka lagi tabungannya," jelasnya.

Meski demikian, ujar Sigit, cara tersebut sulit diterapkan karena para pengemplang pajak punya cara mengakalinya. Biasanya, saat sadar akan diblokir, para pengemplang mengosongkan saldonya terlebih dahulu.

"Mau kita blokir, biasanya di 0 (nol)kan dulu," imbuh Sigit.

Tidak hanya itu, kesulitan lainnya, Ditjen Pajak tidak bisa mengakses data nasabah bank. Data baru bisa didapatkan apabila ada unsur tindakan pidana. Sehingga banyak rekening pengemplang pajak dengan mudah bisa diketahui.

"Tapi ini memang salah satu jalan untuk meningkatkan kepatuhan," tegas Sigit.

(Nay)
Komentar