Pegawai Ditjen Pajak Bakal Digaji Rp 100 Juta

Jum'at, 06 Februari 2015 12:45
Pegawai Ditjen Pajak Bakal Digaji Rp 100 JutaMenteri Keuangan Bambang Sumantri Brodjonegoro @cnn.com

Pegawai pajak akan bersorak gembira sebab pemerintah berencana menaikan gaji hingga Rp 100 juta untuk pejabat tingkat eselon. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Keuangan RI, Bambang Sumantri Brodjonegoro, yang merespons desakan Komisi XI DPR untuk memperbaiki nasib pegawai di Ditjen Perpajakan.

Menurut Bambang, sejak 2007 di Ditjen Perpajakan memang tidak mengalami kenaikan tunjangan dan remunerasi pegawai.

"Makanya kami membuat usulan kenaikan di RAPBN-P 2015 ini. Maka pada intinya kami menyambut baik dukungan Komisi XI DPR," kata Menkeu Bambang dalam raker dengan Komisi XI DPR, di Jakarta, Kamis (5/2), dilansir dari BeritaSatu.

"Ditjen pajak akan menjadi pejabat pemerintah yang menerima gaji tertinggi. Yang sekarang ini belum. Dengan sistem baru dia akan jadi yang tertinggi, di atas Rp100 juta perbulan," ujarnya.

Bambang menambahkan, kenaikan gaji dan perbaikan nasib para pegawai tidak hanya diterima oleh pejabat eselon, namun mulai dari level I hingga level V. Menurutnya, gaji selangit itu akan melebih gaji dirinya sebagai menteri.

"Di pajak itu ada level namanya account representative dari satu sampai lima. Dengan skema baru, gaji AR level 4 akan lebih tinggi dari menteri walau mereka bukan eselon," katanya.

"Termasuk untuk pegawai baru, nantinya Rp 8 juta perbulan, itu fresh entry."

Dengan kebijakan itu, Bambang menargetkan Ditjen Perpajakan bisa bekerja semaksimal mungkin memenuhi target pendapatan.

Adapun Komisi XI DPR mendesak Kemenkeu memiliki jalan keluar agar Ditjen Pajak tahun ini berhasil mencapai target pendapatan negara sebesar Rp 1.400-an Triliun.

Salah satu yang anggota Komisi XI DPR yang vokal peningkatan remunerasi pegawai di Ditjen Perpajakan adalah M. Misbakhun.

"Setahu saya remunerasi pegawai pajak, sejak 2007, belum pernah naik. Kita harus mendorong motivasi mereka lebih optimal dan mengabdi lebih baik ke negara," tegasnya.

(Nay)
Komentar