Jenazah Bayi Korban AirAsia Berhasil Berkumpul dengan Jasad Orang Tuanya

Selasa, 03 Februari 2015 16:15
Jenazah Bayi Korban AirAsia Berhasil Berkumpul dengan Jasad Orang TuanyaKeluarga Park, Lee dan anaknya Yuna (insert) @tempo.co

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Daerah Jawa Timur berhasil mengidentifikasi tiga jenazah korban AirAsia QZ8501. Dua diantaranya merupakan pasutri asal Korea Selatan, Seong Beom Park (37) dan Kyung Hwa Lee (34).

Jasad keduanya berhasil diidentifikasi dengan cepat karena memiliki ciri khusus. "Saat pencocokkan gigi, ditemukan tambalan beberapa gigi yang berbahan emas," kata Ketua Tim DVI, Komisaris Besar Budiyono.

Selain itu, Budiyono menambahkan, jika Seong Park terlihat dalam CCTV membawa gendongan bayi. "Ini terlihat di CCTV," kata Budiyono.

Namun, tim pencari mengalami kesulitan menemukan jasad bayi pasutri itu, yaitu Yuna Park, yang berumur 1 tahun.

"Di kamar jenazah kami belum ada bayi. Kalau ada sangat mudah diidentifikasi karena satu-satunya, dan DNA orangtuanya sudah kami miliki," ujar Budiyono.

Mayat Seong Park dan Lee sendiri saat ditemukan dalam posisi duduk di kursi penumpang dengan kondisi tubuh terikat sabuk pengaman.

Setelah pencarian selama 24 hari, tubuh mungil Yuna akhirnya berhasil ditemukan di Selat Makasar yang berjarak 1.000 mil dari lokasi ditemukannya jasad kedua orang tuanya, yakni di Selat Karimata, Pangkalan Bun, Kalteng.

Rupanya harapan dan doa keluarga besar Park dan Lee agar satu keluarga bisa berkumpul kembali itu benar-benar terkabul meski saat mereka sudah tiada.

(Nay)
Komentar