9 Nama Calon Kapolri Usulan Kompolnas Kepada Presiden Jokowi

Senin, 02 Februari 2015 17:30
9 Nama Calon Kapolri Usulan Kompolnas Kepada Presiden JokowiKomisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) @cnn.com

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyerahkan daftar nama-nama yang direkomendasikan untuk mengisi posisi Kapolri ke Presiden Jokowi. Namun, komisioner Kompolnas, Safriyadi menyebut kemungkinan akan bertambah dari sebelumnya.

"Karena ada jabatan bintang tiga yang masih lowong dan posisi bintang tiga namun diisi oleh bintang dua. Nama-namanya masih akan berkembang," ujar Safriyadi.

Adapun nama-nama yang direkomendasikan menggantikan Jenderal (Pol) Sutarman adalah:

  1. Komjen Badrodin Haiti
  2. Komjen Dwi Prayitno
  3. Komjen Suhardi Alius
  4. Komjen Putut Eko Bayu Seno
  5. Komjen Djoko Mukti Haryono
  6. Komjen Budi Gunawan
  7. Komjen Anang Iskandar
  8. Komjen Usman Nasution
  9. Komjen Boy Salamudin.

Salah satu yang masuk dalam calon Kapolri usulan Kompolnas adalah Budi Waseso yang kini menjabat sebagai Kepala Bareskrim Polri.

"Jabatan Kabareskrim kan seharusnya diisi oleh bintang tiga. Jadi tinggal tunggu waktu satu bintangnya turun. Otomatis dia juga bisa jadi calon kapolri. Apalagi dia angkatan 1984," ucap Safriyadi.

Meski demikian, Kompolnas tidak akan menyerahkan nama-nama tersebut dalam waktu dekat ini. Usulan itu baru diserahkan setelah praperadilan Komjen Budi Gunawan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung dan Budi batal dilantik menjadi Kapolri.

Safriyadi menambahkan, besar kemungkinan rekomendasi nama-nama tersebut akan melibatkan KPK serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terlebih dahulu.

"Walaupun, berdasarkan pengalaman yang lalu, KPK dan PPATK sama sekali tidak memberi jawaban atas permintaan kami untuk menelusuri rekam jejak mereka. Kali ini akan kami coba ke sana," ujar dia.

Seperti diberitakan, Presiden Jokowi memilih menunda melantik Komjen Budi Gunawan menjadi Kapolri sembari menunggu proses hukum di KPK. Budi Gunawan saat ini mempraperadilankan KPK di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Demikian dilansir dari Kompas.

(Nay)
Komentar