Daftar 22 Istilah Makanan Mengandung Bahan Olahan Babi

Senin, 02 Februari 2015 16:30
Daftar 22 Istilah Makanan Mengandung Bahan Olahan BabiDaging babi di supermarket @asiaone.com

Produk makanan yang mengandung bahan olahan daging babi masih dijual bebas di pasaran. Oleh karena itu, umat Muslim dihimbau selektif dan mengenali makanannya. Salah satunya dengan mengenal daftar istilah-istilah asing dari produk makanan yang diharamkan tersebut.

Kejadian paling baru adalah produk siomay dengan merek Cu Nyuk. Karena tidak paham, maka banyak umat muslim yang mencicipi olahan makanan yang terbuat dari daging babi itu.

Direktur LPPOM MUI Lukmanul Hakim menjelaskan saat ini banyak makanan yang bahan bakunya menggunakan daging babi, lemak babi, dan minyak babi.

"Makanan yang mengandung babi memang banyak sekali dan hampir keseluruhan makanan itu kemungkinan mengandung babi," kata Lukman.

Karena menggunakan istilah asing, mayoritas masyarakat jarang mengetahui jika produk yang dijual bebas di pasaran itu mengandung babi. "Itu memang menggunakan istilah-istilah tidak umum, seperti tadi Siomay Cu Nyuk. Istilah itu bukan bahasa Indonesia," ujarnya.

Nah, agar terhindar dari kejadian salah mengkonsumsi babi karena tidak paham istilah asingnya, akun Twitter @AishaMaharanie mencatat ada 22 sebutan lain untuk bahan olahan babi dan turunannya.

Berikut ini daftarnya:

Pig: Babi muda dengan berat kurang dari 50 kg.

Pork: Daging babi.

Swine: Daging babi untuk seluruh spesies babi.

Hog: Babi dewasa dengan berat melebihi 50 kg.

Boar: Babi liar, babi hutan, atau celeng.

Lard: Lemak babi, biasa digunakan sebagai minyak untuk masakan, kue, atau bahan sabun.

Bacon: Daging hewan yang diasapi, terutama babi.

Ham: Daging babi bagian paha.

Sow: Babi betina dewasa (namun istilah ini jarang digunakan).

Sow milk: Susu yang dihasilkan dari babi.

Bak: Daging babi dalam bahasa Tiongkok. Misal: Bak Kut Teh, bakkwa.

Char siu, cha siu, char siew: Mengacu hidangan kanton berupa daging barbeku.

Cu Nyuk: Daging babi dalam bahasa Khek/Hakka. Istilah ini digunakan dalam makanan siomay dan bubur.

Rou: Babi dalam bahasa Mandarin, misalnya, hingshao rou, rou jia mo, tuotuorou, yuxiangrousi.

Dwaeji: Daging babi dalam bahasa Korea, biasanya digunakan sebagai varian dalam bulgogi dan galb.

Tonkatsu: Hidangan Jepang berupa irisan daging babi yang digoreng dengan tepung panir.

Tonkotsu: Hidangan Jepang berupa ramen berkuah putih keruh, terbuat dari tulang, lemak, dan kolagen babi.

Butaniku: Sebutan daging babi dalam bahasa Jepang.

Yakibuta: Hidangan Jepang mirip char siu, biasanya digunakan untuk toping ramen.

Nibuta: Hidangan Jepang berupa pundak babi yang dimasak dengan sedikit kuah.

B2: Sebutan untuk makanan yang berbahan daging babi di daerah Batak dan Yogyakarta.

Khinzir: Nama untuk babi dalam bahasa Arab dan Melayu.

(Nay)
Komentar