Kontrak Freeport Diperpanjang, Relawan Jokowi Makin Kecewa

Kamis, 29 Januari 2015 11:45
Kontrak Freeport Diperpanjang, Relawan Jokowi Makin KecewaKontrak Freeport diperpanjang 6 bulan @tempo.co

Kebijakan pemerintahan Jokowi-JK di 100 hari dengan memperpanjang izin ekspor konsentrat Freeport melengkapi kekecewaan para relawan. PT Freeport disebut-sebut bakal memiliki kontrak perpanjangan selama 6 bulan ke depan.

Salah satu relawan Jokowi semasa kampanye Pilpres 2014, Ferdinand Hutahea mengaku kecewa dengan pemerintahan presiden pilihannya itu. Salah satunya terkait pemberian izin ekspor bagi Freeport.

Menurut Ferdinand, pemerintahan Jokowi-JK tidak patuh pada amanat UU Minerba yang melarang perusahaan tambang mengekspor bahan mentah.

"Amanat UU minerba kita sangat tegas, setahun sejak di UU maka perusahaan tambang mesti wajib membuat smelter. Tapi udah 5 tahun. Mungkin Sudirman Said (Menteri ESDM) tidak bisa membaca undang-undang di mana kewajiban membangun smelter itu setahun sejak diundang-undangkan," ucapnya dalam diskusi bertema "100 hari kepemimpinan Jokowi" di Warung Ekomando, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (27/1).

Ferdinand semakin ragu dengan rencana Freeport membangun shelter di Indonesia. Apalagi lokasi berada di Gresik, Jawa Timur bukan di Papua yang satu wilayah dengan tambang yang dikelola Freeport.

"Aneh kalau Freeport mau membangun smelter di lahan sewa milik Semen Gresik. Ini wacana yang menipu. Seolah-olah mereka ada niat padahal hanya bohong dan omong kosong," ketusnya.

Ferdinand menuding pemberian izin perpanjangan ekspor itu diteken saat kisruh Polri dan KPK semakin memanas. "Freeport ini polemik besar. Terbungkus rapi disela pencarian calon Kapolri," ucapnya.

Dia mencurigai pemberian izin Freeport tak lepas dari peran Menteri ESDM Sudirman Said.

"Saya kira dia bagian dari mafia. Ketika UU ini berpihak kepada rakyat dimana mewajibkan perusahaan tambang membangun pengolahan (smelter) agar kita tahu berapa hasil tambang yang didapat perusahaan tambang di Indonesia," paparnya.

Di kesempatan yang sama, Ferdinand mengaku menyesal karena mendukung Jokowi. Dia juga mengatakan ingin mendukung Prabowo tapi pilpres sudah lewat.

"Saya gemas sekali. Rasanya saya mau dukung Prabowo. Tapi pilpresnya sudah lewat," katanya. Demikian dilansir dari Merdeka.

(BACA: Nyesel Pilih Jokowi, Relawan Ingin Dukung Prabowo Tapi Telat)

(Nay)
Komentar