WNI Divonis 30 Tahun di Amerika, Orang Tua Minta Bantuan Hukum Jokowi

Selasa, 20 Januari 2015 17:00
WNI Divonis 30 Tahun di Amerika, Orang Tua Minta Bantuan Hukum JokowiKetut Pujayasa divonis 30 tahun penjara di AS @foxnews.com

Seorang warga negara Indonesia bernama Ketut Pujayasa divonis 30 tahun penjara oleh pengadilan federal Amerika Serikat di kota Miami, Jumat (9/1) pekan lalu. Ketut yang bekerja sebagai kru kapal pesiar didakwa bersalah melakukan pemerkosaan dan percobaan pembunuhan terhadap seorang penumpang pada Februari 2014.

Menanggapi putusan itu, orang tua Ketut, Nengah Ginawan (54) merasa geram dan menilai hukuman itu terlalu berat. "Ini sangat tidak adil, terlalu berat hukuman yang dijatuhkan kepada anak saya," keluh Ginawan, dilansir dari Merdeka, Minggu (18/1).

Ginawan pun telah melayangkan surat permohonan bantuan hukum kepada Presiden Republik Indonesia pada 12 Januari 2015 usai pembacaan vonis yang diterima anaknya. Surat itu ditembuskan kepada Ketua DPRD Buleleng, Bupati Buleleng, Ketua DPRD Bali, Gubernur Bali, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Hukum dan HAM.

Namun hingga saat ini belum ada pihak yang menghubunginya kembali. Dalam surat itu juga dicantumkan proses sidang dan kronologi kejadian kasus yang dialami Ketut Pujayasa.

Ginawan mengungkapkan, melalui pengacara Pujayasa, pihaknya akan mengajukan banding sebab vonis yang diterima anaknya tidak setara dengan perbuatannya.

"Vonisnya terlalu berat. Kami menginginkan supaya ada tukar tahanan sehingga Pujayasa bisa menjalani hukuman di sini atau diringankan. Kami akan banding. Banyak WNA di sini yang perbuatannya lebih berat tapi hanya dihukum ringan," ungkapnya.

Kedua orang tua dan pihak keluarga Ketut juga mengikuti jalannya sidang secara langsung di Amerika. Namun, di sana mereka hanya diberi kesempatan bertemu anaknya selama dua kali dalam waktu masing-masing dua jam. Selain itu, sidang juga dilaksanakan secara tertutup.

Dalam persidangan, Ketut mengakui melakukan penyerangan kepada penumpang wanita saat bekerja sebagai pekerja di kapal pesiar di Amerika Serikat.

Menurut Ketut, dia melakukan itu sebab tersinggung dirinya dan ibunya dihina oleh wanita itu. Kejadian pada 2014 itu terjadi di kapal yang berlayar dari Port Lauderdale ke Karibia dengan kapal MS Nieuw Amsterdam. Demikian dilansir dari Merdeka, Minggu (18/1).

(Nay)
Komentar