Petisi Tolak Budi Gunawan Jadi Kapolri Terkumpul 28.000 Tanda Tangan

Jum'at, 16 Januari 2015 09:30
Petisi Tolak Budi Gunawan Jadi Kapolri Terkumpul 28.000 Tanda TanganBudi Gunawan saat mendatangi kantor KPK @tempo.co

Gelombang penolakan pencalonan Budi Gunawan sebagai Kapolri terus bermunculan. Petisi yang digagas Indonesia Corruption Watch Emerson Yuntho hingga saat ini mencapai 28.000 tanda tangan. Petisi itu digagas Emerson melalui situs change.org dengan judul "Jokowi, Jangan Menutup Mata Dalam Memilih Calon Kapolri".

"Mendesak Jokowi batalkan pencalonan tersangka kasus korupsi Budi Gunawan sebagai Kapolri. Saat ini sudah lebih 22.000 tanda tangan petisi," ujar Emerson melalui siaran pers, dilansir dari Kompas, Kamis (15/1).

Dalam petisi tersebut, Emerson menyampaikan kerisauan publik terkait penunjukan calon tunggal Budi sebagai Kapolri oleh Presiden Jokowi. Selain itu, Emerson juga mengingatkan Jokowi soal Program Nawacita yaitu "Kami akan memilih Jaksa Agung dan Kapolri yang bersih, kompeten, antikorupsi, komit dalam penegakan hukum".

Berikut usulan dari ICW perihal polemik pemilihan Kapolri kepada Jokowi.

"Untuk mendapatkan figur Kapolri yang terbaik maka Kami meminta Presiden Jokowi:

1. Membatalkan pencalonan Komjen Budi Gunawan (tersangka korupsi) sebagai Kapolri dan menarik kembali surat yang disampaikan kepada DPR pada 9 Januari 2015 berkaitan dengan proses seleksi calon Kapolri. Penarikan surat ini harus dianggap sebagai bentuk koreksi terhadap langkah Jokowi yang terburu-terburu dalam menetapkan calon tunggal Kapolri.

2. Melibatkan atau mengundang KPK, PPATK dan Komnas HAM untuk memberikan masukan mengenai rekam jejak para calon Kapolri.

3. Membuka diri terhadap masukan dari semua pihak termasuk masyarakat dan media mengenai rekam jejak para calon Kapolri."

(Nay)
Komentar