Rahasia Tarif Murah AirAsia Dibanding Maskapai Lain

Kamis, 08 Januari 2015 17:30
Rahasia Tarif Murah AirAsia Dibanding Maskapai LainPromo tarif murah AirAsia @gaptekno.com

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan berencana menertibkan tarif murah maskapai penerbangan. Jonan beralasan selama ini perang tarif antar maskapai seringkali mengabaikan faktor keselamatan penumpang.

Kemenhub mensinyalir adanya persaingan bisnis di industri penerbangan yang membuat maskapai melanggar aturan seperti menambah atau mengubah slot penerbangan. Cara-cara ini juga diyakini dilakukan AirAsia QZ8501 untuk rute penerbangan Surabaya-Singapura, 28 Desember lalu.

Dilansir dari Merdeka, berikut adalah rahasia dari strategi AirAsia jor-joran banting harga untuk memastikan kursi penumpang selalu penuh.

Frekuensi penerbangan tinggi

Salah satu kunci sukses AirAsia mendapat pemasukan ialah menggunakan pesawat sesering mungkin. Untuk itu pesawat sudah beroperasi sejak pagi hari dan diakhiri dini hari. Gampangnya, pesawat akan menghasilkan uang ketika mengudara.

Frekuensi penerbangan AirAsia adalah 12 jam sehari. Lebih banyak dari maskapai lain yang rata-rata hanya 8 jam setiap harinya.

Tidak ada pelayanan gratis

Fokus utama penerbangan murah adalah membawa penumpang sampai ke tempat tujuan. Sehingga hal-hal yang tidak berhubungan dengan itu, termasuk servis tambahan di perjalanan dianggap sebagai kemewahan.

Sistem operasi sederhana

Maskapai bertarif murah hanya mempunyai satu tipe pesawat saja. Sehingga pilot, pramugari, pramugara dan mekanis hanya dilatih untuk satu jenis pesawat saja. Selain itu, tidak ada perbedaan kelas ekonomi dan bisnis. Semua penumpang berada satu kelas dan mendapatkan tempat duduk dan pelayanan yang seragam.

Fasilitas amat standar

AirAsia lebih memilih bandara yang khusus untuk maskapai tarif murah. Salah satunya di Kuala Lumpur yaitu pemilihan Low Cost Carrier Terminal (LCCT) dibandingkan Kuala Lumpur International Airport. Tidak hanya itu, AirAsia juga tidak mempunyai Lounge yang menyimbolkan kemewahan.

Menggunakan jaringan pendek

Maskapai penerbangan murah menekan biaya pengeluaran seminimal mungkin dengan tidak pernah menggunakan sistem transit. Terlebih bekerjasama dengan maskapai lain untuk sistem transit.

Sistem distribusi hemat

AirAsia tidak seperti halnya maskapai lain yang bekerjasama dengan agen travel untuk distribusi tiket. Menurutnya, hal itu memboroskan pengeluaran. Untuk menyiasatinya, AirAsia bekerjasama dengan penyedia kartu kredit. Disamping juga menekan penjualan via internet. Terbukti 65 persen pemesan tiket menggunakan layanan online.

(Nay)
Komentar