FPI Sebut Jokowi Murtad Jika Beri Ucapan Selamat Natal

Jum'at, 19 Desember 2014 15:45
FPI Sebut Jokowi Murtad Jika Beri Ucapan Selamat NatalKetua Dewan Syura Front Pembela Islam Misbachul Anam @arrahmah.com

Ketua Dewan Syura Front Pembela Islam Misbachul Anam meminta Presiden Jokowi agar tidak mengucapkan selamat Natal kepada kaum Kristiani. Sebab, menurut Misbachul, dengan mengucapkan selamat Natal berarti mengakui momen kelahiran Yesus Kristus itu dan bisa dianggap murtad karena bertentangan dengan ajaran Islam.

"Haram hukumnya mengucapkan selamat Natal bagi orang Islam. Tak terkecuali bagi Presiden Jokowi," kata Misbach, dikutip dari Tempo, Kamis (18/12).

Menurut Misbach, mengucapkan selamat Natal berarti mengakui eksistensi agama lain. Padahal, imbuhnya, dalam Natal dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti kelahiran Yesus Kristus. "Jadi, ketika ada orang Islam yang mengucapkan Natal, artinya mereka memberi selamat atas kelahiran Yesus," ujarnya.

Mengacu pada pengertian tersebut, perdebatan soal umat muslim mengucapkan selamat Natal memiliki dampak serius bagi keyakinan umat muslim. "Padahal dalam Islam jelas Tuhan itu lam yalid wa lam yulad. Tuhan itu tidak dilahirkan dan tidak melahirkan," katanya.

Misbach menegaskan, prinsip akidah yang diyakini dalam Islam harusnya juga dihormati oleh pemeluk agama lain. "Karena mereka memaksakan sesuatu terhadap norma keagamaan tertentu," ucapnya.

Di lain pihak, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama justru menunjukan sikap lebih toleran. Menurut organisasi Islam terbesar di Indonesia itu, mengucapkan selamat Natal merupakan wujud dari sikap toleransi beragama. Sikap itu dinilai tidak akan mempengaruhi akidah dan keimanan seseorang.

"Sikap saling menghormati seperti itu tidak ada urusannya dengan pengakuan imani," kata Slamet Effendy Yusuf, salah satu Ketua NU.

(Nay)
Komentar