Pengantin Bertengkar, Pernikahan Rp 188 Juta Dibatalkan

Rabu, 03 Desember 2014 18:45
Pengantin Bertengkar, Pernikahan Rp 188 Juta DibatalkanPesta pernikahan Liu jalan terus meski tanpa calon istri @mypaper.sg

Pesta pernikahan mewah yang digelar di hotel bintang lima di Singapura mendadak batal sebab mempelai wanita tidak hadir, Sabtu (29/11). Padahal, pesta itu menelan biaya hingga 20.000 dollar Singapura atau setara Rp 188 juta.

Menurut laporan Asiaone, sejatinya sang mempelai pria sudah membatalkan pernikahan sehari sebelumnya, namun untuk pesta pernikahan tetap ia lanjutkan karena tidak ingin membuat tamu undangan kecewa.

Kepada koran lokal, pria bernama Liu itu mengatakan sempat terlibat pertengkaran dengan tunangannya seminggu sebelum resepsi pernikahan.

"Dia menampar saya tujuh kali. Bahu dan dada saya juga memar oleh dia," katanya.

Diketahui tunangannya itu saat ini tengah hamil 5 bulan buah hubungannya selama ini.

Liu mengambil keputusan besar dengan membatalkan pernikahannya sebab memiliki masalah yang belum selesai dan tidak ingin menghantui bahtera rumah tangga yang akan dibinanya kelak.

"Saya berpikir masalah antara dua orang (yang mau menikah) harus dibereskan terlebih dahulu sebelum pernikahan. Jadi, saya memberi tahu tunangan saya tentang hal itu. Namun, karena pesta pernikahan sudah diatur, kami memutuskan untuk melanjutkan pesta itu, dan meminta maaf kepada para tamu," katanya.

Bagi Liu, pesta pernikahan itu ia anggap sebagai reuni keluarga besar. "Saya telah menyumbangkan uang dari kado para tamu untuk amal."

Sementara itu, calon istri Liu secara terpisah mengatakan, "Dia (Liu) hanya menginginkan anak saya, dan tidak berpikir untuk menikahi saya. Bahkan, jika dia menginginkan, itu hanya salah satu sisi. Orangtuanya tidak akan setuju," katanya.

"Saya juga sedang hamil sehingga emosi saya tidak stabil. Karena banyak masalah yang dihadapi, saya sangat tidak bahagia. Saya belum dapat beristirahat dengan baik selama dua minggu," imbuhnya.

Meski pernikahannya batal, namun Liu mengaku tidak akan berhenti mencintai tunangannya tersebut.

"Saya berharap dapat membawanya untuk mengikuti konseling sehingga dia bisa lebih mengontrol emosinya dan tidak begitu bersikap keras. Saya bersedia menunggu dan menyelenggarkan upacara pernikahan kami," kata Liu.

(Nay)
Komentar