Alasan DPR Ogah Pasang Foto Presiden Jokowi

Rabu, 03 Desember 2014 09:30
Alasan DPR Ogah Pasang Foto Presiden JokowiFoto Presiden Jokowi @kompas.com

Saat ini gedung DPR bersih dari foto Presiden dan Wakil Presiden yang biasanya dipasang di beberapa sudut gedung parlemen itu. Bahkan, di ruang sidang paripurna juga tidak terpasang foto Jokowi-JK.

Hal ini diungkapkan oleh wakil ketua DPR, Agus Hermanto, "Kita lihat di paripurna pun tidak ada foto presiden dan wapres seperti dulu," kata Agus di Kompleks Parlemen Senayan.

Agus mengatakan, berdasarkan peraturan DPR dan UU MD3 tidak diwajibkan pemasangan foto presiden dan wapres. Hal ini berbeda dari peraturan sebelumnya.

Politisi Partai Demokrat itu membantah jika tidak dipasangnya foto Jokowi sebab ia merupakan presiden dari Koalisi Indonesia Hebat yang berseberangan dengan Koalisi Merah Putih.

"Tidak ada seperti itu, kita memberikan keberpihakan yang sama, yang penting sama dengan aturan undang-undang yang ada," imbuh Agus.

Menurut Agus, DPR tidak memiliki rencana memasang foto Jokowi. Aturan ini akan diterapkan siapapun presidennya. "Dulu wajib, sekarang tidak, siapapun presidennya karena undang-undangnya tidak wajib maka seperti itu," kata Agus menegaskan.

DPR ingin Menunjukan Setara dengan Presiden

Politikus Partai Kesejahteraan (PKS) Al Muzzammil menilai tidak dipasangnya foto Jokowi dan JK di gedung parlemen untuk menunjukan kesetaraan negara, utamanya antara DPR dan Presiden.

"Tindakan ini bukan berarti kita tidak menghormati presiden," ujar Al Muzzammil.

Al Muzzammil menambahkan, DPR itu memiliki tiga fungsi. Tiga fungsi itu yakni, Fungsi Legislasi, anggaran dan pengawasan. Terkait fungsi pengawasan, jelas Al Muzzammil, DPR akan senantiasa mengkritik kebijakan Presiden. Oleh karena itu, DPR tidak akan bekerjasama yang kemudian menunjuk menteri sebagai mitra kerja.

"Pada saat diskusi, dengan tidak adanya foto presiden, tentu akan memberikan makna bahwa DPR tidak berada di bawah presiden," tegas Muzzammil. Demikian dilansir dari berbagai sumber.

(Nay)
Komentar