HIV/AIDS Menghantui Ibu dan Anak

Senin, 01 Desember 2014 21:00
HIV/AIDS Menghantui Ibu dan Anakilustrasi @fineartamerica.com/thecultureconcept.com

Hari ini, 1 Desember 2014 diperingati sebagai Hari AIDS Sedunia. Sebuah hari dimana kita harus selalu ingat betapa berbahayanya virus mematikan HIV-AIDS ini. Orang yang hidup dengan virus paling mematikan dalam sejarah ini semakin hari semakin bertambah setiap tahunnya.

Virus yang menular dari perilaku seks tidak sehat seperti seks bebas tanpa kondom, transfusi darah dan jarum suntik ini sangatlah membahayakan. Bahkan fakta di lapangan menyebutkan bahwa banyak ibu dan anak menjadi korban penyakit tersebut. Tak main-main, di tahun 2013, tercatat hampir tujuh dari 10 wanita hamil di dunia hidup dengan HIV-AIDS.

Di Indonesia sendiri tingkat penyebaran virus HIV-AIDS juga tidak bisa dibilang rendah. Laporan Kementrian Kesehatan RI per September 2014 menyebutkan bahwa jumlah ibu-ibu yang terjangkit AIDS mencapai 6.539 orang, dari 22.869 kasus HIV dan 1.876 kasus AIDS.

Pemicu utama penularan AIDS pada ibu-ibu rumah tangga ini adalah dari hubungan seks dengan suami yang terinfeksi, ujar Ketua Balitbangkes, Kemenkes RI, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE melalui tulisannya di situs Litbang Kemenkes, Senin (1/12/2014).

Anak-anak tak berdosa sering menjadi korban virus HIV-AIDS yang tertular dari ibu ke anak melalui kehamilan, persalinan, dan menyusui. Untuk itu ibu hamil dianjurkan untuk mengetahui status HIV-nya, sehingga ibu dapat merencanakan tindakan selanjutnya seperti cara persalinan yang akan ditempuh, pemberian ASI, serta pemantauan status HIV pada anak yang dilahirkan.

Selain melakukan intervensi ke ibu dan anak, upaya pencegahan infeksi pada anak perlu juga dilakukan pada suami atau pasangannya, yang umumnya merupakan lelaki berisiko tinggi atau lelaki yang suka membeli seks, Prof. Tjandra menambahkan.

(okta)
Komentar