Sering Coba Tanpa Beli, Toko Baju di Beijing Larang Warga China Masuk

Senin, 01 Desember 2014 14:00
Sering Coba Tanpa Beli, Toko Baju di Beijing Larang Warga China MasukPertokoan di China Town @dailymail.co.uk

Sebuah toko baju di Beijing, Tiongkok melarang konsumen dari warga China masuk untuk sekedar mencoba lalu pergi tanpa membeli satu potong pakaian pun.

Larangan tersebut berbunyi 'orang China dilarang masuk kecuali untuk karyawan'. Salah satu pegawai mengatakan, konsumen dari warga China rata-rata bikin kesal sebab jarang membeli dan hanya coba-coba lalu pergi.

Pegawai di pertokoan yang terletak di Jalan Yabalaolu juga mengatakan hal senada. Paling banyak pembeli warga China perempuan yang berbuat demikian. Mereka mencoba seluruh pakaian, namun akhirnya tidak membeli apapun.

Bahkan, jurnalis Tiongkok yang hendak membuktikan kabar tersebut justru dilarang pramuniaga memasuki toko. Alasannya, produknya takut ditiru.

Tanda larangan itu juga ditaruh lantaran jika ada laporan kehilangan dompet dari turis, maka toko bersedia menggantinya. "Kami tidak bermaksud mengucilkan bangsa kami namun mereka sering bertindak kelewatan," ujar pegawai toko itu.

Terkait penerapan aturan yang dinilai diskriminatif tersebut, pengguna situs Weibo beramai-ramai meminta toko itu ditutup. Meski demikian, Profesor Li Xiandong dari Universitas Ilmu dan Pengetahuan Politik China mengatakan pemilik toko tidak melanggar aturan apapun dan hanya melindungi bisnisnya. Saat ini di Bejing belum ada hukum yang mengatur soal rasisme. Demikian dilansir dari Daily Mail.

(Nay)
Komentar