Regin, Kutu Mata-mata Amerika dan Israel

Senin, 24 November 2014 18:15
Regin, Kutu Mata-mata Amerika dan Israelilustrasi @rt.com

Tak hanya berperang secara militer, pemerintah negara-negara adidaya seperti Amerika dan Iran juga melakukan serangan satu sama lain melalui ilmu teknologi, salah satunya dengan menciptakan bug atau kutu mata-mata.

Symantec, sebuah perusahaan keamanan komputer terkemuka belakangan menemukan peredaran kutu mata-mata bernama Regin yang dipastikan dikembangkan oleh pemerintah Amerika Serikat dan Israel untuk menyerang program nuklir Iran.

Lebih lanjut Symantec menjelaskan bahwa Regin merupakan salah satu piranti lunak paling jahat yang pernah ada. Kutu ini diperkirakan telah digunakan selama enam tahun atas berbagai sasaran di seluruh dunia untuk memata-matai lembaga-lembaga pemerintah, perusahaan dan individu.

Seperti dilaporkan wartawan BBC urusan teknologi Rory Cellan-Jones, Regin dapat melakukan banyak fungsi seperti mengambil foto layar, mencuri kata kunci atau memanggil ulang dokumen yang sudah dihapus.

"Para ahli mengatakan komputer-komputer di Rusia, Arab Saudi dan Irlandia mengalami dampak paling buruk," ujar Cellan-Jones.

Piranti lunak yang kerahasiaannya terjaga selama bertahun-tahun ini adalah alat spionase maya yang dikembangkan oleh suatu negara. Dimana keberadaannya sangat mengkhawatirkan banyak pihak.

(okta)
Komentar