Waria China Gemar Operasi Pita Suara

Jum'at, 21 November 2014 21:15
Waria China Gemar Operasi Pita Suarailustrasi @recapo.com

Kesempurnaan fisik kini bisa didapatkan manusia secara instan melalui cara ekstrem, yaitu penggantian bagian tubuh dengan teknik bedah plastik. Jika Korea Selatan dikenal dengan negara penyedia layanan operasi plastik terbaik, maka Tiongkok tak mau ketinggalan dengan metode operasi pita suara.

Ya, negeri Tirai Bambu ini belakangan semakin marak digandrungi oleh orang-orang yang ingin memperbaiki atau mengubah suaranya menjadi semakin maskulin atau semakin feminin. Kebanyakan di antara mereka adalah kaum transgender yang ingin mengubah suaranya menjadi feminin.

Salah satu pasien yang berhasil mengubah suaranya yaitu Lu Xing. pria 23 tahun ini beruntung bisa melakukan operasi penggantian pita suara dengan selamat. Hal ini dikarenakan operasi bedah plastik memang sangat berisiko, termasuk salah satunya operasi penggantian pita suara. Sedikit saja dokter salah dalam melakukan prosedur, maka dampak yang akan dirasakan pasien adalah kehilangan suara, serta menderita Pneumonia.

Dikutip dari Dailymail, pria yang bekerja sebagai seorang jurnalis mengaku terpaksa melakukan operasi pita suara, hal ini dikarenakan suaranya sejak dulu memang sering menjadi bahan guyonan. Bahkan akibat suaranya yang aneh ini ia susah mendapatkan kekasih.

"Wanita tidak melihat saya sebagai pria sejati, dan memperlakukan saya seperti salah seorang teman-teman perempuannya. Karena suara saya, banyak yang memanggil saya sedih," ujar Lu dengan "suara barunya".

Mr Alasdair Mace, Spesialis Bedah THT di Charing Cross Hospital yang ada di London mengatakan bahwa botoks dapat membuat pita suara jadi lebih pendek dan lebih longgar. Ia mengaku sering mendapatkan pasien operasi pita suara, setidaknya dua kali dalam sebulan. Kasusnya bermacam-macam, dari yang mulai pasien transgender sampai pasien cacat.

(okta)
Komentar