Angkatan Laut Amerika Punya Senjata Laser

Rabu, 19 November 2014 12:15
Angkatan Laut Amerika Punya Senjata LaserSenjata laser US Navy Seals @naval-technology.com

Amerika kembali memperkuat pertahanan lautnya dengan membekali Angkatan Laut Amerika Serikat (Navy Seals) dengan senjata laser yang mampu menembus baja atau logam lainnya layaknya senjata laser dalam film fiksi ilmiah.

Dengan begitu US Navy Seals merupakan angkatan laut pertama di dunia yang mengusung teknologi senjata laser tersebut. Senjata laser ini sekarang telah terpasang pada Kapal Induk USS Ponce yang beroperasi Teluk Persia. Alutsista atau alat utama sistem senjata ini diklaim mampu menghancurkan obyek bergerak di lautan maupun udara, misalnya kapal kecil bermotor, pesawat tanpa awak (drone), atau kapal perusak kelas menengah.

Senjata laser pertama di dunia ini sengaja diletakkan di Kapal Induk USS Ponce di Teluk Persia karena semakin memanasnya daerah tersebut. Seperti yang kita ketahui, hingga kini AS masih bertarung sengit dengan Iran. Selain itu, perairan tersebut diketahui juga merupakan alur perdagangan minyak dunia, yang dipasok dari Qatar, Uni Emirat Arab, ataupun Bahrain.

"Kami perlu mengeluarkan senjata ini agar tidak mengendap di ruang uji coba. Kebetulan, kawasan Teluk Persia cocok karena di sini suasananya cukup keras," ujar Kepala Staf Navy Seals Admiral Jonathan Greenert seperti dilansir Dailymail, Selasa (18/11).

Selama ini laser digambarkan dengan senjata yang mengeluarkan sinar warna-warni seperti merah, hijau atau biru. Namun sebenarnya, senjata laser milik US Navy Seals ini tak mengeluarkan cahaya. Hal ini dikarenakan radiasi cahaya senjata laser itu tidak dapat ditangkap mata manusia.

Secara teknis senjata tersebut mampu mengirim gelombang panas dalam kecepatan cahaya dengan daya 33 kilowatt. Daya tersebut cukup untuk membakar obyek-obyek logam kecil hingga menengah. Namun pihak US Navy Seals tidak mengonfirmasi berapa jangkauan maksimal senjata laser mereka. Namun pihaknya mengatakan bahwa pengoperasian senjata ini hanya membutuhkan biaya US$ 1 atau sekitar Rp 12.135.

(okta)
Komentar