Anaya Carlis, Wanita AS ini Orgasme 180 Kali Dalam Waktu 2 Jam

Senin, 17 November 2014 18:45
Anaya Carlis, Wanita AS ini Orgasme 180 Kali Dalam Waktu 2 JamCarlis beserta sang suami, Tony @dailymail.co.uk

Ibu satu anak asal Arizona, Amerika mengaku tersiksa setiap kali merasakan orgasme. Wanita bernama Anaya Carlis (30) itu bisa merasakan orgasme secara intens tanpa melakukan hubungan seksual.

Parahnya, Carlis mengalami gejala orgasme tersebut hingga 180 kali dalam waktu dua jam. Gejala tidak normal tersebut Carlis alami sejak masih sekolah.

Akibat interval orgasme yang datang tidak terkendali, Carlis mengaku hidupnya berantakan.

Menurut penuturannya, ia didiagnosa mengalami gangguan gairah kelamin persisten sejak tiga tahun lalu. Saat itu ia pertama kali orgasme mendadak ketika berbelanja di supermarket, menyusul di jalanan sekolah dan taman bermain.

"Ini memalukan dan membingungkan," katanya. "Ketika Anda berada di sekitar anak-anak Anda merasa hal ini memalukan."

Carlis mengaku ketika gangguan itu datang, ia bergegas lari mencari tempat sepi hingga orgasme hebat yang mengganggu itu mereda.

"Ini telah menghancurkan keterlibatanku dengan kehidupan anak-anak karena saya merasa terlalu kotor untuk menjadi bagian dari itu. Kami ingin anakku menjadi anak normal, tetapi pada saat yang sama ia tidak dapat memiliki teman karena ibunya memiliki kondisi ini."

"Yang terburuk adalah saya tidak bisa menjelaskan kepadanya karena dia terlalu muda."

Banyak cara Carlis lakukan untuk meredam orgasme tersebut, seperti mandi es, mengubah diet dan meningatkan olahraga. Sayangnya, hal tersebut tidak membuahkan hasil yang memuaskan.

Menurut ahli medis Dr David Goldmeier, kondisi yang menimpa Carlis termasuk langka dan tidak bisa disembuhkan. Selain itu, orgasme berlebihan tersebut menyebabkan dehidrasi, cedera lutut dan pergelangan kaki dan akhirnya kelelahan karena kurang tidur.

"Gangguan gairah kelamin persisten adalah kondisi yang baru dikenal, di mana penderitanya mengeluh jangka waktu stimulasi genital yang tidak berhubungan dengan hasrat seksual," ujar Dr David Goldmeier.

Gairah tersebut bahkan bisa bertahan dalam waktu yang tidak bisa diprediksi. "Ini bisa sangat menyedihkan bagi seorang wanita dan meskipun sudah upaya untuk meringankan dengan aktivitas seksual atau orgasme, ini sering tidak membantu atau dapat memperburuk gejala."

"Saya melihat sekitar 20 wanita per tahun menderita kondisi ini, mungkin yang biasa seperti satu dari 100, kita tidak tahu." Demikian dilansir dari Daily Mail, Senin (17/11).

(Nay)
Komentar