Waria Malaysia Kini Bebas Berpakaian Seperti Wanita

Sabtu, 08 November 2014 16:30
Waria Malaysia Kini Bebas Berpakaian Seperti WanitaMak-nyah (waria) Malaysia @thestar.com.my

Waria Malaysia menyambut bahagia putusan hakim pengadilan tinggi yang memperbolehkan kaum transgender mengenakan pakaian dan atribut wanita. Padahal, sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim, Malaysia dikenal ketat memberlakukan hukum syariat agama.

Sejumlah kasus yang terkait hak kaum minoritas di Malaysia beberapa tahun belakangan telah dianulir. Meski demikian, konstitusi tetap memberikan perlindungan hukum terhadap semua warga negara dari golongan apapun.

Lembaga hak asasi manusia (HAM) Human Rights Watch menyebut Malaysia sebagai negara dengan tingkat kompromi terhadap transgender paling buruk. Razia mak-nyah (sebutan waria di Malaysia) pun sering digelar.

Jumat (7/11) kemarin, Pengadilan Banding memenangkan tuntutan agar laki-laki diperbolehkan mengenakan pakaian wanita.

Putusan tersebut disambut baik oleh para aktivis, sementara jaksa memilih menutup mulut.

"Sekarang, komunitas transgender mengetahui hak-hak mereka, bagaimana berhadapan dengan hukum, bukan sekadar mengakui segala tuduhan," kata Nisha Ayub dari komunitas LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) Justice for Sisters (Keadilan bagi Saudara) sebagaimana dilansir Reuters.

"Konstitusi kini melindungi kita semua tanpa memandang etnis, gender, dan strata sosial. Tentu pengadilan, baik negeri maupun syariah, tidak dapat menampik fakta bahwa martabat manusia adalah yang utama," pungkasnya.

(Nay)
Komentar