Seleksi CPNS Dihentikan 5 Tahun untuk Tingkatkan Kualitas PNS

Kamis, 06 November 2014 16:15
Seleksi CPNS Dihentikan 5 Tahun untuk Tingkatkan Kualitas PNSMenPAN-RB Yuddy Crisnandy @kompas.com

Kebijakan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) yang menghentikan seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) selama lima tahun menuai polemik. Oleh sebagian kalangan, moratorium tersebut dianggap terlalu lama.

Namun, kebijakan moratorium PNS bisa berubah tergantung kajian yang akan dilakukan. Terutama terkait stabilitas ekonomi negara.

"Kalau ditanya kenapa 5 tahun, lebih baik saya mengatakan 5 tahun, tapi ketika ekonomi membaik, situasi membaik bisa dibuka lagi lebih cepat," kata Yuddy.

Yuddy menjelaskan, kebijakan moratorium PNS dilakukan untuk mengkaji ulang kinerja PNS saat ini. Apakah sudah tepat sasaran, berhasil guna, efektif, efisien, dan produktif.

"Ada yang bilang PNS kerjanya baca koran, belum waktunya jam pulang kantor sudah kosong, kalau Lebaran cutinya paling panjang, makanya kami akan ubah image itu dengan moratorium ini," kata Yuddy.

Selain itu, selama moratorium, kementerian juga akan mengevaluasi beban pekerjaan PNS selama ini dan juga beban anggaran negara untuk mengatasi hal ini.

Pemerintahan Jokowi menargetkan di masa depan kebutuhan PNS akan disesuaikan dengan rasio jumlah penduduk. Hal ini untuk memacu produktivitas pegawai negeri agar meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat.

"Kalau rasio yang banyak seperti DKI Jakarta, tentu dibutuhkan banyak public services, kalau penduduknya sedikit, tetapi wilayahnya banyak seperti Papua, maka akan kita lihat juga berapa rasio public servicesnya," ujar Yuddy. Demikian dilansir dari Liputan6.

(Nay)
Komentar