Korban Penipuan, Pham Van Thoai Menangis Batal Beli iPhone 6 di Singapura

Kamis, 06 November 2014 15:45
Korban Penipuan, Pham Van Thoai Menangis Batal Beli iPhone 6 di SingapuraPham Van Thoai @Straitstimes.com

Pham Van Thoai, seorang turis asal Vietnam sedang berlibur ke Singapura bersama dengan pacarnya. Di saat liburan tersebut, Pham ingin memberikan kejutan kepada pacarnya dengan membelikannya sebuah iPhone6.

Pham kemudian mengajak pacarnya ke toko handphone Mobile Air yang terletak di Mall Sim Lim Square. Di toko tersebut, Pham membeli iPhone 6 yang dibanderol US$ 950 atau sekitar Rp 11,5 juta. Tanpa basa-basi Pham kemudian menandatangani kontrak garansi selama satu tahun.

Setelah menandatangani kontrak tersebut Pham kemudian dikenakan biaya tambahan sebesar US$ 1.500 atau sekitar Rp 18 juta. Pham sangat terkejut dengan tagihan tersebut. Setelah dikonfirmasi ternyata biaya tambahan tersebut merupakan biaya garansi iPhone 6 selama satu tahun yang telah ditandatangani Pham sebelumnya.

Pham mengatakan tak sengaja menandatangani perjanjian tersebut. Pham tidak meneliti isi kontrak tersebut karena bahasa Inggrisnya terbatas. Ia mengatakan bahwa ia hanyalah pekerja pabrik di negaranya.

"Gajiku hanya US$ 200 (Rp 2,4 juta) per bulan, dan untuk mengumpulkan US$ 950 (Rp 11,5 juta) perlu beberapa bulan. Itu jumlah yang sangat besar bagiku."

Pham mengira bahwa Singapura adalah tempat yang aman untuk berbelanja.

"Saat itu mereka menyodorkan pilihan garansi satu atau dua tahun. Aku pikir satu tahun cukup, jadi aku bilang satu tahun. Tapi mereka tidak bilang bahwa itu harus bayar," ujarnya, dikutip dari Straitstimes.com.

Untuk itu, Pham kemudian memutuskan untuk membatalkan kontrak garansi tersebut. Namun sayangnya pihak Mobile Air tak mengizinkannya membawa iPhone yang sudah dibelinya. Mendengar itu, Pham memohon sambil berlutut untuk mengembalikan saja uangnya, tapi para pegawai Mobile Air malah menertawakannya.

pham menangis sambil berlutut

Pham kemudian menangis di dalam toko tersebut. Beberapa saat kemudian akhirnya pihak Mobile Air bersedia mengembalikan US$ 600 atau sekitar Rp 7,2 juta saja. Pacar Pham yang merasa ditipu tak terima dan bersikeras toko tersebut mengembalikan semua uang dan kemudian memanggil polisi. Setelah Consumers Association of Singapore (Case) turun tangan, Pham akhirnya hanya dapat US$ 400 atau sekitar Rp 4,8 juta.

"Aku akan pulang dalam dua hari ini dan tak ingin ada masalah lagi. Jadi aku terima saja uang pengembalian itu," ujar Pham.

Belakangan diketahui ternyata Pham merupakan toko yang memiliki catatan merah mengenai masalah yang sama. Menurut Case, setidaknya terdapat 14 laporan mengenai kasus tersebut dari Juli hingga September.

Selain Mobile Air, kasus serupa juga terjadi Mobile 22, seorang remaja berumur 12 tahun yang merupakan mahasiswa pertukaran pelajar mengalami kerugian sebesar US$ 551 dengan kasus kontrak yang sama.

(okta)
Komentar